Meneladani Semangat Idul Adha: Contoh Kegiatan Berkurban dalam Kehidupan
- 20 Mei 2026 05:19 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun- Semangat berkurban pada Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai dengan penyembelihan hewan kurban, tetapi juga dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai pengorbanan, kepedulian, dan keikhlasan menjadi inti dari ajaran Idul Adha yang terus relevan di tengah kehidupan masyarakat modern.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz H. Kusnan, M.Ag dalam tausiyahnya mengenai makna kurban dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, semangat kurban dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menyisihkan rezeki untuk membantu tetangga yang membutuhkan, meluangkan waktu membantu orang tua, hingga rela mengutamakan kepentingan bersama dibanding kepentingan pribadi.
“Berkurban bukan hanya tentang menyembelih hewan saat Idul Adha, tetapi bagaimana seseorang mampu mengorbankan ego, waktu, tenaga, dan hartanya untuk kebaikan sesama,” ujar Ustaz Kusnan, Senin, 20 Mei 2026.
Ia menambahkan, contoh nyata semangat berkurban dalam kehidupan sehari-hari antara lain membantu fakir miskin, berbagi makanan kepada tetangga, memberikan pendidikan terbaik kepada anak, bekerja keras demi keluarga, serta aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Dalam penjelasannya, Ustaz Kusnan merujuk firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Kautsar ayat 2:
فَصَلِّلِرَبِّكَوَانْحَرْفَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْفَصَلِّلِرَبِّكَوَانْحَرْ
Yang artinya: “Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”
Menurutnya, ayat tersebut menunjukkan bahwa ibadah kurban memiliki makna spiritual sekaligus sosial. Selain mendekatkan diri kepada Allah SWT, kurban juga menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama manusia.
Selain itu, ia juga mengutip Surat Al-Hajj ayat 37 yang menjelaskan hakikat kurban di sisi Allah SWT:
لَنْيَنَالَاللَّهَلُحُومُهَاوَلَادِمَاؤُهَاوَلَكِنْيَنَالُهُالتَّقْوَىمِنْكُمْلَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْلَنْيَنَالَاللَّهَلُحُومُهَاوَلَادِمَاؤُهَاوَلَكِنْيَنَالُهُالتَّقْوَىمِنْكُمْ
Artinya: “Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.”
Ustaz Kusnan menjelaskan bahwa pesan utama dari ayat tersebut adalah pentingnya keikhlasan dan ketakwaan dalam setiap pengorbanan yang dilakukan manusia.
“Kadang dalam kehidupan sehari-hari, seseorang harus berkorban demi pendidikan anak, membantu saudara yang kesulitan, atau menahan keinginan pribadi demi kepentingan keluarga. Semua itu termasuk bagian dari nilai-nilai kurban yang diajarkan dalam Islam,” jelasnya. Ia berharap masyarakat dapat menjadikan momentum Idul Adha sebagai sarana memperkuat rasa empati dan solidaritas sosial, sehingga nilai pengorbanan tidak hanya dirasakan saat hari raya, tetapi menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....