Siswa MAN 2 Kota Madiun Borong Juara Silat

  • 06 Mei 2026 15:43 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Tiga siswa MAN 2 Kota Madiun menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Bupati Magetan Cup 2025 cabang pencak silat. Mereka adalah Yasir, Dika, dan Attanori, yang sukses meraih juara di kategori tanding (fight).

Dalam kompetisi tersebut, Yasir berhasil meraih juara satu, Dika menyabet juara dua, sementara Tegar meraih juara tiga. Menariknya, seluruh kontingen sekolah yang berjumlah enam atlet berhasil membawa pulang medali.

“Alhamdulillah bisa juara. Kami semua turun di kategori fight karena memang kemampuan kami lebih ke situ,” ujar Yasir.

Ketiganya mengaku mengikuti kejuaraan atas nama sekolah, setelah mendapat informasi dari pelatih ekstrakurikuler. Mereka juga menyebut ajang seperti di Magetan dan Ngawi menjadi langganan untuk mengasah kemampuan bertanding.

Dika menambahkan, selain mengejar prestasi, mengikuti lomba juga membuka peluang memperluas relasi. Sementara itu, Tegar mengungkapkan alasan memilih kategori fight karena dinilai lebih menantang dan menguji mental.

“Habis tanding biasanya saling kenalan, tukar pengalaman, bahkan belajar teknik baru dari lawan,” kata Dika.

Persiapan yang dilakukan tidak hanya latihan teknik, tetapi juga fisik dan strategi. Latihan rutin dilakukan di perguruan masing-masing hingga tiga kali seminggu, ditambah latihan intensif (training center) menjelang lomba. Menurut Yasir, faktor penting dalam pertandingan adalah fisik dan pernapasan.

“Karena fight itu adu pukul dan tendang, jadi harus kuat fisik, teknik, dan strategi juga,” jelasnya.

Selain prestasi, pencak silat juga memberi dampak positif bagi karakter mereka. Ketiganya mengaku menjadi lebih disiplin, percaya diri, dan mampu mengelola emosi saat bertanding.

“Dulu saya kurang percaya diri, sekarang lebih berani. Silat juga melatih disiplin dan membantu orang tua,” kata Tegar.

Ke depan, mereka menargetkan bisa melangkah ke level yang lebih tinggi, mulai dari tingkat provinsi hingga nasional bahkan internasional. Mereka pun mengajak generasi muda untuk memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif.

“Daripada gabut ke arah negatif, lebih baik ikut silat. Bisa jaga diri, dapat prestasi, dan menambah pengalaman,” pungkas Dika.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....