Kapan dan Bagaimana Cara Mulai Mengatakan “Tidak”?

  • 22 Apr 2026 23:06 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Kemampuan untuk berkata “tidak” menjadi salah satu keterampilan penting dalam menjaga kesehatan mental dan keseimbangan hidup. Hal ini disampaikan oleh Robik Anwar Dani, M.Psi., Psikolog, dosen Program Studi Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Madiun, saat menjadi narasumber dalam program Teman Cerita di PRO 1 RRI Madiun, Selasa 21 April 2026.

Dalam pemaparannya, Robik menekankan bahwa sebelum terlalu memikirkan perasaan orang lain, seseorang perlu terlebih dahulu memperhatikan kondisi dirinya sendiri. “Rasanya begini, sebelum memikirkan perasaan orang lain, apakah orang lain merasa tersakiti atau tidak, kita harus memikirkan perasaan diri kita sendiri. Karena pusat seseorang menjadi people pleaser atau tidak tentu dari diri kita sendiri. Siap tidak jika kita berkata tidak, kemudian kita bisa tidur dengan nyenyak,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kecenderungan untuk selalu menyenangkan orang lain seringkali berakar dari ketidakmampuan menetapkan batasan pribadi (Personal Boundaries). Oleh karena itu, belajar mengatakan “tidak” menjadi langkah penting dalam membangun keseimbangan emosional.

Robik memaparkan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mulai berani menolak secara sehat. Pertama, mengenali sinyal internal seperti rasa lelah, tertekan, atau enggan. Tanda-tanda tersebut kerap menjadi indikator bahwa batas diri sudah mulai terlampaui.

Langkah berikutnya adalah mengubah cara pandang. Menurutnya, menolak bukan berarti menolak orangnya, melainkan hanya menolak permintaan yang diajukan. Selain itu, penting untuk menggunakan komunikasi yang asertif agar pesan dapat tersampaikan dengan jelas tanpa menyinggung perasaan orang lain.

Ia juga memberikan contoh kalimat yang bisa digunakan, seperti “Saat ini saya belum bisa membantu,” atau “Saya perlu waktu untuk diri saya sendiri.” Kalimat-kalimat tersebut dinilai lebih halus namun tetap tegas.

Selain itu, Robik menyarankan untuk memberi jeda sebelum merespons suatu permintaan. Tidak semua hal harus dijawab secara langsung, sehingga seseorang memiliki waktu untuk mempertimbangkan keputusan dengan lebih matang.

Sebagai langkah awal, masyarakat juga dianjurkan untuk mulai dari situasi kecil. “Belajar mengatakan ‘tidak’ bisa dimulai dari hal-hal sederhana sebelum menghadapi situasi yang lebih kompleks,” tambahnya.

Dengan membiasakan diri menetapkan batasan, diharapkan seseorang dapat menjaga kesehatan mental sekaligus membangun hubungan yang lebih sehat dengan orang lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....