Sampai Maret, Realisasi Serapan Gabah Bulog Madiun Tembus 27 Ribu Ton
- 15 Apr 2026 15:13 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Kota Madiun - Perum Bulog Kantor Cabang Madiun mencatatkan kinerja positif dalam penyerapan gabah dari petani lokal, pada triwulan pertama tahun 2026. Hingga 31 Maret 2026, realisasi serapan telah mencapai 27.677 ton setara beras atau sekitar 35,82 persen, dari total target tahunan yang ditetapkan sebesar 77.259 ton setara beras.
Pemimpin Cabang, Perum Bulog Kantor Cabang Madiun Agung Sarianto mengatakan, target tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2025, yang dipatok sebesar 58.180 ton setara beras. Di mana pada tahun lalu, Bulog Madiun berhasil melampaui target dengan realisasi 101,24 persen atau 58.900 ton setara beras.
“Di tahun 2026 target setara beras 77.259 ton, sampai dengan 31 Maret, Alhamdulillah serapan kami 27.677 ton (setara beras), secara persentase 35,82 persen,” ucap dia. Agung mengatakan, realisasi target tersebut berkat kerjasama dengan berbagai pihak, seperti dinas terkait, TNI, Polri dan lainnya di tiga wilayah kerja, Kota dan Kabupaten Madiun dan Kabupaten Ngawi.
Menurut Agung, kontribusi terbesar dalam penyerapan gabah berasal dari petani di Kabupaten Ngawi. “Karena wilayah pertaniannya luas, Ngawi menyumbang sekitar 60 persen (serapan gabah). Sementara wilayah Kabupaten dan Kota Madiun menyumbang sisanya, sebesar 40 persen (serapan gabah),” ujar dia.
Agung menyebutkan, untuk memenuhi target besar di tahun 2026, Bulog Madiun terus memperluas kemitraan. “Kami merangkul petani skala kecil maupun besar. Mereka kami harapkan dapat terlibat aktif dalam proses penyerapan gabah dan pengolahan beras,” ujar dia.
Selain itu, Bulog Madiun juga membeli dengan harga yang cukup kompetitif. “Kami membeli dari petani Rp6.500 perkilogram, itu dalam kondisi bersih, sudah ada di pinggir jalan, sudah dimasukan dalam karung,” ucap dia.
Bulog Madiun juga memberikan subsidi angkutan bagi petani yang bersedia mengantarkan hasil panen mereka langsung ke mitra penggilingan atau pengolan beras Bulog Madiun. “(Subsidi) angkutan Rp200 perkilogram dipotong PPN (Pajak Pertambahan Nilai),” ucap dia.
Agung berharap, upaya-upaya tersebut dapat mendorong optimalisasi serapan gabah dari petani, sehingga target ketahanan pangan tahun ini dapat tercapai sepenuhnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....