Bagaimana Mengatasi Fenomena Midlife Crisis
- 14 Apr 2026 23:26 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID,Madiun - Fenomena midlife crisis atau krisis paruh baya kerap dipandang sebagai fase penuh kegelisahan, kebingungan, dan ketidakpuasan hidup. Namun, pandangan tersebut mulai bergeser. Dalam sebuah diskusi publik, fase ini justru dapat menjadi momen pertumbuhan dan penerimaan diri.
Hal itu disampaikan oleh Robik Anwar Dani, dosen psikologi dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya kampus Madiun saat menjadi narasumber dalam acara Teman Cerita di PRO 1 RRI Madiun, Selasa (14/4/2026).
Menurut Robik, midlife tidak harus dimaknai sebagai krisis. Sebaliknya, fase ini bisa menjadi titik balik menuju kehidupan yang lebih lapang dada dan penuh kegembiraan.
“Bagaimana midlife tidak menjadi krisis, akan tetapi menjadi lapang dada dan gembira. Beberapa hal yang perlu kita sadari adalah belajar berefleksi secara jujur dan lebih sadar pada diri sendiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa refleksi diri yang jujur menjadi kunci penting dalam menghadapi fase paruh baya. Dengan memahami perjalanan hidup secara terbuka—baik keberhasilan maupun kegagalan—seseorang dapat membangun penerimaan diri yang lebih sehat.
Selain itu, peningkatan kesadaran diri (self-awareness) juga berperan besar dalam mengubah cara pandang terhadap kehidupan. Individu yang lebih mengenal dirinya cenderung mampu mengelola emosi, menetapkan prioritas, serta menemukan makna hidup yang lebih dalam.
Robik menambahkan, tekanan sosial sering kali menjadi pemicu utama munculnya krisis di usia paruh baya. Ekspektasi tentang pencapaian hidup, karier, hingga keluarga dapat membuat seseorang merasa tertinggal. Oleh karena itu, penting untuk tidak terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain.
“Setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Ketika kita bisa menerima itu, maka beban hidup akan terasa lebih ringan,” jelasnya.
Melalui pendekatan reflektif dan kesadaran diri, midlife justru dapat menjadi fase yang produktif dan membahagiakan. Alih-alih krisis, fase ini bisa menjadi kesempatan untuk memperkuat makna hidup, memperbaiki kualitas relasi, serta menjalani kehidupan dengan lebih bijaksana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....