Keajaiban Senyum dalam Perspektif Ibadah dan Sosial

  • 12 Apr 2026 08:13 WIB
  •  Madiun

⁠⁠⁠⁠⁠⁠RRI.CO.ID, Madiun - Senyum sederhana yang kerap dianggap sepele, ternyata menyimpan makna dan manfaat luar biasa dalam kehidupan. Hal ini disampaikan oleh Ustadz Santoso dalam siaran Mutiara Pagi di Pro 1 RRI Madiun, yang mengangkat tema “Keajaiban Senyum dan Sopan Santun”.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Santoso menjelaskan bahwa keajaiban merupakan suatu keistimewaan yang muncul dari hal-hal sederhana, termasuk dari sikap senyum yang tulus. Menurutnya, senyum memiliki dampak besar bagi individu, khususnya bagi mereka yang beriman dan berupaya taat kepada Allah SWT. “Keajaiban senyum dan sopan santun ini sangat besar pengaruhnya bagi setiap insan yang mau beramal dan berbakti kepada Allah,” ujarnya.

Ustadz Santoso menambahkan, pentingnya budaya senyum juga tercermin dalam konsep pelayanan publik yang dikenal dengan prinsip 5S, yakni senyum, salam, sapa, sopan, dan santun. Hal ini menunjukkan bahwa senyum bukan sekadar ekspresi, tetapi juga bagian dari etika sosial yang bernilai tinggi.

Lebih lanjut, Ustadz Santoso mengungkapkan bahwa senyum memiliki nilai ibadah. Dalam ajaran Islam, senyum kepada sesama termasuk sedekah yang tidak memerlukan materi. Dengan membiasakan tersenyum kepada keluarga, tetangga, maupun orang lain, seseorang dapat meraih pahala setiap hari. “Dengan senyum, kita bisa bersedekah tanpa harus mengeluarkan harta. Ini menjadi peluang besar untuk mendapatkan pahala dengan cara yang mudah,” jelasnya.

Tak hanya bernilai spiritual, senyum juga berdampak positif bagi kesehatan. Ustadz Santoso menyebutkan bahwa orang yang gemar tersenyum cenderung terlihat lebih awet muda. Bahkan, menurutnya, satu ekspresi marah membutuhkan banyak usaha untuk dipulihkan, salah satunya dengan memperbanyak senyum.

“Orang yang sering marah harus memulihkannya dengan berkali-kali senyum. Ini menunjukkan betapa besar dampak negatif dari marah dan betapa pentingnya senyum,” tambahnya.

Selain itu, senyum juga menjadi modal penting dalam membangun komunikasi yang baik. Seseorang yang memulai interaksi dengan senyum akan lebih mudah diterima dan menciptakan suasana yang hangat.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Melalui pesan ini, masyarakat diharapkan dapat membudayakan senyum dalam kehidupan sehari-hari, sebagai bentuk ibadah sekaligus upaya menciptakan hubungan sosial yang harmonis.

Dengan demikian, senyum bukan hanya ekspresi wajah, tetapi juga kekuatan sederhana yang mampu menghadirkan keajaiban dalam kehidupan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....