Akademisi Ajak Masyarakat Lebih Kritis Bermedia Sosial
- 05 Agt 2026 12:00 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun- Media sosial kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Di balik kemudahan mengakses informasi, algoritma media sosial turut berperan dalam membentuk cara pandang, opini, hingga keputusan yang diambil penggunanya.
Isu tersebut dibahas dalam program Literasi Digital yang diselenggarakan di Studio Programa 1 RRI Madiun dengan menghadirkan tema "Terseret Algoritma: Bagaimana Media Sosial Membentuk Cara Kita Berpikir dan Memilih." Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih kritis dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di ruang digital.
Maria Magdalena Widiantari, S.Sos., M.Si., Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Madiun mengulas bagaimana algoritma media sosial bekerja dan memengaruhi perilaku pengguna di ruang digital.
Dalam dialog tersebut, Maria menjelaskan bahwa algoritma media sosial dirancang untuk menampilkan konten yang sesuai dengan minat dan kebiasaan pengguna. Kondisi itu membuat seseorang cenderung menerima informasi yang sejalan dengan pandangannya sehingga berpotensi mempersempit perspektif terhadap isu yang berkembang.
"Algoritma sebenarnya dibuat untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Namun, jika kita tidak memiliki kemampuan literasi digital yang baik, kita bisa terjebak dalam ruang informasi yang homogen. Akibatnya, cara berpikir dan bahkan keputusan yang kita ambil dapat dipengaruhi oleh konten yang terus-menerus muncul di media sosial," ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Ia menambahkan, banjir informasi di era digital menuntut masyarakat untuk tidak sekadar menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima. Menurutnya, kebiasaan membaca dari berbagai sumber terpercaya menjadi langkah penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh hoaks maupun opini yang menyesatkan.
Maria juga mengingatkan bahwa media sosial memiliki dampak positif apabila dimanfaatkan secara bijak, seperti untuk memperoleh pengetahuan, memperluas jejaring, hingga mengembangkan kreativitas. Namun, tanpa kemampuan berpikir kritis, pengguna berisiko terjebak pada informasi yang bersifat provokatif maupun manipulatif.
"Setiap pengguna perlu menyadari bahwa apa yang muncul di beranda bukanlah gambaran utuh dari kenyataan. Karena itu, penting untuk membandingkan informasi, mengecek sumbernya, dan tidak langsung mempercayai atau membagikan suatu konten," jelasnya.
Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan berpikir kritis menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terseret oleh algoritma maupun informasi yang menyesatkan. Karena itu, literasi digital diharapkan mampu membentuk masyarakat yang lebih cermat dalam memilah informasi, bijak dalam menggunakan media sosial, serta bertanggung jawab dalam menyebarkan konten di ruang digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....