Masa Depan Ruang Digital di tengah Fenomena Buzzer

  • 07 Apr 2026 11:03 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun — Masa depan ruang digital di Indonesia di tengah maraknya fenomena buzzer akan sangat ditentukan oleh kemampuan semua pihak dalam menjaga kualitas komunikasi publik. Hal ini disampaikan oleh Penata Layanan Operasional Kominfo Ngawi, Yudha Indra Permana, dalam siaran Spada Brem Pro 2 RRI Madiun.

Menurut Yudha, ruang digital akan terus berkembang dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Namun, perkembangan tersebut juga membawa tantangan besar, terutama dalam memastikan ruang digital tetap menjadi sarana yang produktif.

“Tantangannya adalah bagaimana ruang digital tetap menjadi sarana edukasi, partisipasi, dan kolaborasi, bukan justru menjadi sarana perpecahan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa masa depan ruang digital tidak bisa hanya dibebankan pada satu pihak. Diperlukan tanggung jawab bersama antara pemerintah, media, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat.

Dalam konteks ini, generasi muda memiliki posisi yang sangat strategis. Sebagai pengguna aktif media sosial, mereka dinilai mampu menjadi motor penggerak perubahan arah ruang digital ke arah yang lebih positif.

“Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen konten yang edukatif dan positif,” jelasnya.

Dari sisi regulasi, pemerintah telah memiliki payung hukum melalui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik yang mengatur aktivitas di ruang digital. Regulasi ini berfungsi menjaga ketertiban serta melindungi masyarakat dari penyalahgunaan informasi.

Meski demikian, Yudha menegaskan bahwa pendekatan hukum bukanlah solusi utama dalam menghadapi fenomena buzzer. Pemerintah, termasuk Dinas Komunikasi dan Informatika di daerah, lebih mengedepankan pendekatan edukatif dan preventif.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mendorong program literasi digital secara berkelanjutan, melalui sosialisasi, pelatihan, serta kolaborasi dengan berbagai komunitas. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah informasi, sekaligus membangun budaya dialog yang sehat di ruang digital. Dengan penguatan literasi digital dan kolaborasi lintas pihak, Yudha optimistis masa depan ruang digital Indonesia dapat berkembang menjadi lebih sehat, inklusif, dan produktif di tengah dinamika fenomena buzzer.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....