Dokter Bagikan Kiat Aman Tinggal Serumah dengan Pasien Tuberkulosis

  • 31 Mar 2026 17:17 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Hidup satu rumah dengan anggota keluarga yang terjangkit Tuberkulosis (TBC) memerlukan perhatian khusus untuk mencegah penularan. Meski demikian, kondisi tersebut tetap dapat dihadapi dengan langkah pencegahan yang tepat.

Dokter Rumah Sakit Paru Manguharjo Provinsi Jawa Timur, dr. Annisa Qoyyum Nabila, menjelaskan pasien TBC dianjurkan menggunakan masker terutama pada fase awal pengobatan untuk mengurangi risiko penularan kepada orang di sekitarnya.

“Biasanya dua bulan awal sebelum dilakukan evaluasi hasil dahak, pasien dianjurkan memakai masker. Setelah hasilnya negatif, umumnya risiko penularan sudah menurun,” ujarnya, Senin 30 Maret 2026.

dr. Annisa menyampaikan apabila terdapat anggota keluarga yang terdiagnosis TBC, anggota keluarga lain yang tinggal serumah dianjurkan untuk menjalani skrining atau pemeriksaan guna memastikan ada tidaknya penularan. Jika hasil pemeriksaan anggota keluarga tidak mengarah ke TBC, mereka tetap akan diberikan terapi pencegahan.

“Jadi setiap keluarga yang kita skrining, kalau ada gejala batuk, kita tetap perlakukan seperti terduga TBC. Jadi tetap kita lakukan cek dahak dan rontgen sampai dipastikan dia tidak ke arah TBC. Kalau dia tidak TBC, kita tetap berikan terapi pencegahan dengan pengobatan selama tiga bulan dan minum obat seminggu sekali,” tambahnya.

Dalam momentum peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia, dr. Annisa juga mengingatkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan paru-paru dan tidak ragu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Menurutnya, deteksi dini TBC merupakan bentuk kepedulian dan kasih sayang terhadap keluarga.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....