The Power of Zakat: Menyucikan Jiwa,Menguatkan Sesama

  • 20 Mar 2026 08:23 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Allah sering kali memberesi masalah kita di saat kita sibuk memberesi masalah orang lain. Kalimat tersebut seolah mengingatkan kita sebagai manusia untuk selalu mengingat akan kebesaran dan kasih sayang Allah SWT.

Momen Ramadhan yang akan usai kembali membuka hati umat Muslim untuk selalu berintrospeksi membersihkan diri dengan salah satunya berzakat. Semangat memperkuat nilai spiritual dan kepedulian sosial di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali digaungkan melalui webinar bertajuk “The Power of Zakat: Menyucikan Jiwa, Menguatkan Sesama” yang diselenggarakan secara daring oleh BPSDM Jawa Timur melalui platform ASN Belajar.

Webinar ini menghadirkan narasumber Kholaf Hibatullah yang menyampaikan pentingnya zakat sebagai instrumen penyucian jiwa sekaligus penguat solidaritas sosial, khususnya bagi ASN sebagai pelayan publik. Dalam pemaparannya,

Kholaf Hibatullah menegaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan memiliki dimensi spiritual dan sosial yang sangat kuat. Ia menjelaskan bahwa zakat berfungsi untuk membersihkan harta dan jiwa dari sifat kikir serta menumbuhkan empati terhadap sesama.

“Zakat adalah bukti keimanan yang nyata. Ia menyucikan jiwa dari kecintaan berlebihan terhadap dunia sekaligus menjadi sarana berbagi kepada yang membutuhkan,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Zakat memiliki landasan yang kuat dalam ajaran Islam. Salah satu dalil utama terdapat dalam Al-Qur’an, Surah At-Taubah ayat 103:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka…”

Selain itu, zakat juga termasuk dalam rukun Islam yang lima, sejajar dengan syahadat, salat, puasa, dan haji. Hal ini menegaskan bahwa zakat merupakan kewajiban fundamental bagi setiap Muslim yang mampu. Dalam webinar tersebut, dijelaskan bahwa zakat memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:

  • Menyucikan harta dan jiwa muzakki (pemberi zakat)
  • Mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi
  • Membantu mustahik (penerima zakat) untuk meningkatkan taraf hidup
  • Membangun solidaritas dan kepedulian sosial di masyarakat

Bagi ASN, zakat memiliki nilai strategis yang tidak hanya berdampak secara pribadi, tetapi juga profesional. Kholaf Hibatullah menekankan beberapa manfaat zakat bagi ASN, di antaranya meningkatkan integritas, menumbuhkan empati sosial, mendukung kesejahteraan sosial, dan menciptakan ketentraman batin. Melalui kegiatan ini,

BPSDM Jawa Timur berharap, para ASN tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan sosial yang seimbang. Zakat menjadi salah satu instrumen penting dalam membentuk karakter ASN yang berakhlak, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik. Webinar ini menjadi pengingat bahwa kekuatan zakat tidak hanya terletak pada nilai materi yang diberikan, tetapi pada dampak besar yang dihasilkan dalam membangun masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan penuh kepedulian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....