Mari Berlomba: Ramadhan Madrasah paling Tinggi

  • 17 Feb 2026 10:46 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun- Bulan suci Ramadhan kembali hadir sebagai momentum pembinaan spiritual umat Islam. Tidak sekadar bulan ibadah, Ramadhan disebut sebagai madrasah paling tinggi dalam proses pendidikan manusia. Hal ini disampaikan oleh Dr. Nanik Nurhayati, M.Pd., dalam kajian Mutiara Pagi.

Menurut Dr. Nanik, Ramadhan adalah sistem pendidikan Ilahi yang kurikulumnya langsung dirancang oleh Allah SWT. Dasar utama kewajiban berpuasa termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183:

“Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush-shiyāmu kamā kutiba ‘alalladzīna min qablikum la‘allakum tattaqūn.”

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

“Tujuan pendidikan Ramadhan sudah sangat jelas, yaitu membentuk manusia bertakwa. Ini bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi proses transformasi total lahir dan batin,” ujar Dr. Nanik, Selasa 17 Februari 2026.

Dr. Nanik menjelaskan bahwa Ramadhan memiliki kurikulum yang tidak bisa dibandingkan dengan sistem pendidikan mana pun di dunia. Ia menyebutkan beberapa pilar utama dalam kurikulum Ramadhan. Ramadhan disebut sebagai sekolah kebenaran karena pada bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk hidup manusia. “Ketika seseorang memperbanyak tilawah, tadabbur, dan pengamalan Al-Qur’an, ia sedang belajar langsung dari sumber kebenaran mutlak,” jelasnya.

Selain itu, puasa melatih manusia beribadah tanpa pengawasan manusia lain. Hanya Allah yang mengetahui kualitas puasanya. “Inilah pendidikan keikhlasan yang sejati. Shalat malam, qiyamul lail, dan doa-doa yang dipanjatkan di sepertiga malam terakhir membentuk jiwa yang tulus dan bersih dari riya,” tambah Dr. Nanik. Dimensi sosial Ramadhan terlihat dari kewajiban zakat, anjuran sedekah, dan kebiasaan berbagi makanan berbuka. “Ketika seseorang merasakan lapar, ia belajar empati. Ramadhan mendidik kita untuk peduli dan berbagi,” ungkapnya. Solidaritas sosial menjadi karakter kuat yang lahir dari pendidikan Ramadhan.

Menurut Dr. Nanik, kelulusan Ramadhan bukan ditandai dengan sertifikat, melainkan perubahan karakter. “Profil lulusan Ramadhan adalah pribadi yang unggul, berkarakter kuat, disiplin, jujur, peduli, dan memiliki ketahanan spiritual,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa hasil pendidikan Ramadhan tidak dapat dibandingkan dengan pendidikan formal mana pun, karena Ramadhan menyentuh dimensi ruhani, akal, dan sosial secara bersamaan.

Lebih lanjut, Dr. Nanik menyampaikan bahwa Ramadhan adalah proses pembuktian kualitas manusia. Jika setelah Ramadhan seseorang menjadi lebih baik dalam ibadah dan akhlak, maka ia lulus dengan predikat terbaik. “Ramadhan adalah madrasah kehidupan. Ia membentuk manusia dengan karakter unggul dan pribadi yang kuat. Jika nilai-nilai Ramadhan mampu dipertahankan sepanjang tahun, maka itulah tanda keberhasilan pendidikan tersebut,” tuturnya.

Dengan demikian, Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum pendidikan tertinggi yang membentuk insan bertakwa, berintegritas, dan berjiwa sosial tinggi. Umat Islam diharapkan mampu memanfaatkan bulan suci ini sebagai ruang belajar terbaik untuk meningkatkan kualitas diri secara menyeluruh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....