Khofifah Resmikan Program Revitalisasi 62 Sekolah di Madiun Raya

  • 13 Mar 2026 14:13 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Kota Madiun – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan program revitalisasi dan rehabilitasi sarana dan prasarana SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di wilayah Cabang Dinas Pendidikan Madiun serta Ponorogo, Kamis (12/3/2026). Peresmian tersebut digelar di SMA Negeri 2 Madiun dan mencakup 62 sekolah penerima bantuan.

Khofifah mengatakan, secara keseluruhan program revitalisasi dan rehabilitasi sarana pendidikan yang telah diresmikan di Jawa Timur mencapai 385 sekolah.

“Namun masih terdapat tiga wilayah yang belum diresmikan, yakni Trenggalek–Pacitan, Situbondo–Bondowoso, serta Surabaya–Sidoarjo,” ujar dia.

Menurut Khofifah, peresmian revitalisasi dan rehabilitasi kali ini adalah untuk 62 sekolah. Khususnya, yang ada di wilayah Cabang Dinas Pendidikan Madiun yang meliputi Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Ngawi. Serta wilayah Cabang Dinas Pendidikan Ponorogo, yang mencakup Ponorogo dan Magetan.

Khofifah juga berpesan kepada para kepala sekolah penerima bantuan, agar berkomitmen menjaga dan merawat fasilitas yang telah diperbaiki.

“Ini penting karena merupakan aset bersama, supaya ruang tumbuh dan belajar bisa dirasakan lebih kondusif bagi siswa maupun guru,” ujar Gubernur dua periode tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai mengatakan, kegiatan ini bagian dari komitmen Gubernur dan Pemerintah Pusat, dalam meneruskan dan meningkatkan sarana dan prasarana yang ada di wilayah Jawa Timur.

“Program ini merupakan bagian mewujudkan Jatim cerdas, pendidikan berdampak bagi seluruh murid dan guru,” kata Aris.

Aris menjelaskan, pada tingkat provinsi, revitalisasi dan rehabilitasi sarana dan prasarana SMA/SMK/SLB negeri maupun swasta ini telah dilaksanakan di berbagai wilayah.

“Hingga saat ini, sebanyak 385 sekolah telah diresmikan oleh Ibu Gubernur, dengan total anggaran mencapai Rp417 miliar,” jelasnya.

Untuk wilayah Madiun Raya, program revitalisasi dan rehabilitasi dilaksanakan di 62 sekolah dengan total anggaran Rp51,3 miliar. Aris mercinci, untuk Kabupaten Madiun sebanyak 11 sekolah dengan anggaran Rp8,5 miliar, Kota Madiun 9 sekolah dengan anggaran Rp3,7 miliar, Ngawi 15 sekolah dengan anggaran Rp10,3 miliar.

“Kemudian Magetan 18 sekolah dengan anggaran Rp19,3 miliar, serta Ponorogo 9 sekolah dengan anggaran Rp9,3 miliar,” ungkapnya.

Aris berharap, melalui program ini, kualitas sarana pendidikan di wilayah Madiun Raya semakin meningkat.

“Sehingga mampu mendorong prestasi siswa dan tenaga pendidik,” tegasnya.

Rekomendasi Berita