Warga Kab. Madiun Terima Bansos dari Pemprov Jatim

  • 13 Mar 2026 05:02 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Warga Kabupaten Madiun menerima berbagai bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Bantuan yang meliputi bantuan sosial, bantuan pemberdayaan ekonomi, hingga program khusus bagi penyandang disabilitas, disalurkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, di Pendopo Muda Graha, Kamis, 12 Maret 2026.

Penyaluran bansos turut dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati Purnomo Hadi, serta Plt. Wali Kota Madiun Bagus Panuntun.

Gubernur menyebut, bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemprov memberikan bantalan sosial dan ekonomi selama Ramadan.

“Bansos-bansos ini memang merupakan program pemprov. Kita sinergikan bansos dengan amaliyah Ramadan,” ujarnya.

Lanjutnya, masyarakat yang masuk kategori kemiskinan ekstrem mendapatkan bantuan program kemandirian ekonomi sebesar Rp 1,5 juta.

“Bantuan sosial bagi lansia kurang mampu diberikan Rp 2 juta per tahun atau Rp500 ribu setiap triwulan. Program Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) juga disalurkan dengan nilai Rp3,6 juta per tahun yang diberikan Rp900 ribu setiap triwulan. Harapan kita ini menjadi bantalan sosial bagi mereka. Sementara untuk kemiskinan ekstrem menjadi bantalan ekonomi agar mereka bisa lebih mandiri,” paparnya.

Pemprov Jatim juga menyalurkan berbagai program pemberdayaan desa. Diantaranya program Desa Berdaya untuk Desa Gunungsari (Madiun) dan Desa Sumberbening (Balerejo) masing-masing Rp100 juta. Program Jatim Puspa Plus juga diberikan kepada Desa Mruwak (Dagangan) dan Desa Sidomulyo (Wonosari) masing-masing Rp201,5 juta.

Selain itu, bantuan pemberdayaan BUMDesa disalurkan kepada Desa Kwangsen (Jiwan) dan Desa Pulerejo (Pilangkenceng) masing-masing Rp100 juta.

Bantuan keuangan desa juga diberikan kepada Desa Purworejo (Pilangkenceng) Rp 200 juta, Desa Tiron (Madiun) Rp300 juta, Desa Glonggong (Balerejo) Rp200 juta, serta Desa Winong (Gemarang) Rp300 juta.

Gubernur juga menyerahkan Alquran cetakan Madinah kepada masyarakat. Alquran tersebut merupakan hadiah dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud yang disalurkan melalui Kementerian Agama.

“Ini Alquran yang dicetak di Madinah, hadiah dari Raja Salman yang dikirim melalui Menteri Agama untuk masyarakat,” katanya.

Khofifah menekankan, pentingnya validasi data penerima bantuan agar program perlindungan sosial tepat sasaran.

Rekomendasi Berita