Bahagia di Dunia Kerja Bukan Dicari, tetapi Diciptakan

  • 25 Feb 2026 13:40 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Konsep kebahagiaan dalam dunia kerja kerap dipahami sebagai sesuatu yang harus ditemukan di tempat yang tepat. Namun, akademisi Dr. W. Linda Yuhanna, M.Si. dalam dialog Jaga Malam di Pro2 RRI Madiun menilai anggapan tersebut kurang tepat. Menurutnya, dalam perjalanan karier selalu ada dinamika, mulai dari tantangan hingga konflik yang tidak bisa dihindari.

“Sebenarnya konsep bahagia di dunia kerja itu kalau kita cari mungkin enggak akan dapat, karena dalam karier itu pasti ada plus minusnya dan ada naik turunnya. Maka kata kunci utama yang harus kita lakukan adalah bahagia itu tidak dicari, tapi dicipta di tempat kerja,” ujarnya.

Linda menjelaskan, kebahagiaan dapat dibangun melalui relasi yang sehat dengan rekan kerja dan atasan, suasana kerja yang nyaman, hingga keseimbangan hidup dan finansial. Ketika seseorang mampu menciptakan suasana positif tersebut, rasa bahagia akan tumbuh secara alami. Dengan demikian, kebahagiaan lebih banyak ditentukan oleh sikap dan cara pandang individu terhadap pekerjaannya.

Bagi generasi muda yang merasa pekerjaannya belum sesuai passion, Dr. Linda menyarankan agar tidak terburu-buru mengambil keputusan. Ia mendorong agar pekerjaan yang ada dijalani terlebih dahulu sambil membangun pengalaman. Pengalaman tersebut dapat menjadi modal penting untuk meraih pekerjaan yang lebih sesuai di masa depan.

Linda juga mengingatkan agar tidak mudah overthinking ketika menghadapi ketidaksesuaian. Tantangan dalam pekerjaan dapat menjadi ruang belajar untuk mengasah kemampuan adaptasi dan problem solving. Kemampuan menangkap peluang, bekerja dalam tim, dan menghadirkan inovasi justru menjadi nilai jual utama di mana pun seseorang bekerja.

Selain itu, produktivitas dan prestasi tetap harus dijaga meskipun pekerjaan belum sepenuhnya sesuai minat. "Nikmati dan juga jalani dulu saja, siapa tahu pekerjaan yang mungkin bukan passion kita sekarang akan menjadi jalan awal untuk kita membuat sebuah branding atau pengalaman untuk digunakan dalam mencari pekerjaan yang kita inginkan," tambah Dr. Linda.

Linda menambahkan, kesehatan mental juga harus menjadi perhatian utama. Selama tempat kerja masih memberikan ruang berkembang, kontribusi, dan kenyamanan yang wajar, kondisi tersebut masih dapat dipertahankan.

Kebahagiaan dalam bekerja tidak bergantung pada tempat yang sempurna, melainkan pada cara individu menyikapi dinamika yang ada. Dengan sikap adaptif dan kemauan untuk terus berkembang, kebahagiaan dapat diciptakan di mana pun seseorang bekerja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....