Wasiat Rasulullah Menyambut Bulan Ramadhan

  • 22 Feb 2026 08:48 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun- Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam di seluruh dunia bersiap menyambut bulan penuh rahmat dan ampunan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh sahabat mulia Salman Al Farisi, Muhammad SAW menyampaikan khutbah yang berisi wasiat penting tentang keutamaan dan amalan di bulan Ramadhan. Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW bersabda:

“Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung dan penuh berkah. Bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasa di siang harinya sebagai kewajiban dan qiyam di malam harinya sebagai ibadah sunnah. Barang siapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, maka ia seperti melaksanakan kewajiban di bulan lain. Dan barang siapa melaksanakan kewajiban di dalamnya, maka ia seperti melaksanakan tujuh puluh kewajiban di bulan lainnya…” (HR. Ibnu Khuzaimah).

Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan balasan kesabaran adalah surga. Di bulan ini, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Umat Islam dianjurkan memperbanyak sedekah, memberi makan orang yang berbuka, serta memperbanyak membaca Al-Qur’an.

Dr. H. Moh. Munir, Lc., M.Ag., menjelaskan bahwa khutbah Rasulullah tersebut merupakan panduan komprehensif bagi umat Islam dalam mempersiapkan diri secara spiritual maupun sosial. “Hadits Salman Al Farisi ini memberikan gambaran jelas bahwa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum transformasi diri. Ada peningkatan nilai pahala yang luar biasa, sehingga umat Islam didorong untuk memaksimalkan ibadah,” ujar Dr. Munir, Sabtu (21/2/2026).

Menurutnya, pesan utama dalam hadits tersebut adalah memperkuat kesabaran, kepedulian sosial, dan keikhlasan dalam beribadah. Ramadhan juga menjadi sarana pendidikan ruhani untuk membentuk pribadi yang bertakwa. Dalam lanjutan hadits, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa siapa saja yang memberi makan orang yang berpuasa untuk berbuka, maka baginya ampunan dosa dan pembebasan dari api neraka, serta mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikit pun.

Dr. Munir menegaskan bahwa pesan ini sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini. “Ramadhan harus menjadi bulan solidaritas. Kepedulian terhadap fakir miskin dan mereka yang membutuhkan merupakan wujud nyata dari pengamalan sunnah Rasulullah,” jelasnya. Lebih lanjut, Dr. Munir mengingatkan pentingnya persiapan menyambut Ramadhan, baik secara ilmu, mental, maupun fisik. Umat Islam dianjurkan memperbanyak doa agar dipertemukan dengan Ramadhan dan diberi kekuatan untuk mengisi bulan tersebut dengan amal terbaik.

Sebagaimana pesan Rasulullah SAW dalam hadits Salman Al Farisi, Ramadhan adalah bulan rahmat di awalnya, ampunan di pertengahannya, dan pembebasan dari api neraka di akhirnya. Wasiat ini menjadi pengingat agar setiap Muslim tidak menyia-nyiakan kesempatan emas yang hanya datang setahun sekali.

Dengan memahami dan mengamalkan pesan Rasulullah SAW tersebut, diharapkan Ramadhan tahun ini menjadi momentum kebangkitan spiritual dan sosial bagi umat Islam, serta menghadirkan keberkahan yang berkelanjutan dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....