Mulutmu Harimaumu: Menjaga Lisan saat Berpuasa

  • 28 Feb 2026 17:34 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun- Bulan suci Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum melatih diri untuk menjaga sikap, perilaku, dan terutama lisan. Dalam tausiyahnya, Hj. Indah Bilqis Rosyidah, M.Pd.I menegaskan bahwa menjaga lisan adalah bagian penting dari kesempurnaan ibadah puasa.

Menurut beliau, banyak orang mampu menahan rasa lapar, tetapi belum tentu mampu menahan ucapan yang menyakiti, seperti ghibah, fitnah, berkata kasar, hingga menyebarkan kabar yang belum tentu benar.

“Puasa bukan hanya ibadah fisik, tetapi juga ibadah moral dan spiritual. Lisan yang tidak terjaga dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa,” ujar Hj. Indah Bilqis Rosyidah, M.Pd.I dalam kajian Ramadan Tanya Jawab Islam, Sabtu (28/2/2026).

Ustazah Bilqis menjelaskan bahwa Allah SWT telah mengingatkan manusia tentang nikmat lisan dalam Al-Qur’an. Salah satu dalil yang beliau sampaikan adalah firman Allah dalam Surat Al-Balad ayat 8 dan 9:

أَلَمْ نَجْعَل لَّهُ عَيْنَيْنِ (8) وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ (9)

“Bukankah Kami telah menjadikan untuknya dua mata, dan satu lidah serta dua bibir?”

(QS. Al-Balad: 8–9)

Bunda Bilqis menuturkan bahwa ayat tersebut menjadi pengingat bahwa lisan adalah nikmat sekaligus amanah. Dengan lisan, manusia dapat berdzikir, membaca Al-Qur’an, menasihati dalam kebaikan, dan menyebarkan ilmu. Namun, dengan lisan pula seseorang bisa terjerumus dalam dosa. “Allah menyebutkan secara khusus lisan dalam ayat tersebut, menunjukkan betapa besar perannya dalam kehidupan manusia. Maka saat berpuasa, lisan harus dijaga agar tidak merusak nilai ibadah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hj. Indah Bilqis Rosyidah, M.Pd.I menyampaikan bahwa Ramadan adalah madrasah pengendalian diri. Ketika seseorang mampu menahan diri dari hal-hal yang halal seperti makan dan minum, seharusnya ia lebih mampu menahan diri dari hal-hal yang jelas dilarang, termasuk ucapan yang buruk.

Bunda Bilqis juga mengingatkan sabda Rasulullah SAW bahwa barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan keji, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya. Menurutnya, menjaga lisan saat berpuasa dapat diwujudkan dengan beberapa langkah sederhana:

  1. Memperbanyak dzikir dan tilawah Al-Qur’an.
  2. Menghindari perdebatan yang tidak bermanfaat.
  3. Menahan diri dari membicarakan keburukan orang lain.
  4. Membiasakan berkata baik atau memilih diam.

“Diam yang bernilai ibadah adalah ketika kita menahan diri dari berkata yang tidak baik. Setiap kata akan dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....