Ramadan 2026: Pemerintah Dorong Tugas Sekolah Lebih Ringan dan Libatkan Keluarga

  • 22 Feb 2026 08:28 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun: Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026 tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga diharapkan menjadi kesempatan memperkuat pendidikan karakter bagi siswa di sekolah. Pemerintah menyesuaikan sistem pembelajaran selama Ramadan agar lebih fleksibel sekaligus bermakna.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bersama (SEB) yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri tentang pembelajaran di bulan Ramadan 2026.

Dalam aturan tersebut, sekolah diharapkan tidak hanya fokus pada pelajaran akademik, tetapi juga mengisi kegiatan dengan program yang memperkuat iman, takwa, akhlak, kepemimpinan, serta kepedulian sosial siswa. Kegiatan keagamaan menjadi bagian penting dalam proses pendidikan selama Ramadan.

Bagi siswa beragama Islam, kegiatan yang dianjurkan antara lain tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, kajian keislaman, hingga aktivitas sosial yang membangun karakter. Sementara itu, siswa non-Islam tetap mendapatkan ruang untuk mengikuti bimbingan rohani dan kegiatan keagamaan sesuai agama serta kepercayaan masing-masing.

Selain itu, salah satu poin utama dalam kebijakan tersebut adalah sekolah tidak diperkenankan memberikan pekerjaan rumah secara berlebihan. Penugasan yang diberikan sebaiknya sederhana, menyenangkan, serta tidak membebani orang tua, termasuk dalam hal biaya maupun penggunaan gawai dan internet secara intensif.

Apabila tetap ada tugas, bentuknya dapat berupa jurnal atau buku saku kegiatan Ramadan yang bisa dikerjakan bersama keluarga. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat keterlibatan orang tua sekaligus membangun kebiasaan positif siswa selama bulan puasa.

Setelah masa belajar mandiri, kegiatan tatap muka di sekolah atau madrasah akan kembali dilaksanakan mulai 23 Februari hingga 14 Maret 2026.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap Ramadan menjadi momentum pembentukan karakter generasi muda, sehingga pendidikan tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga nilai spiritual dan sosial yang seimbang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....