Bahaya Fake Branding dan Pentingnya Tampil Jujur
- 18 Feb 2026 14:57 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Banyak pengguna media sosial saat ini cenderung menampilkan citra diri yang sangat manis namun berbeda jauh dengan kenyataan. Fenomena fake branding ini mulai meresahkan karena menciptakan pembohongan publik yang tidak sesuai dengan realitas sosial di masyarakat. Pencitraan yang dipaksakan hanya akan membuat seseorang terjebak dalam kepalsuan yang tidak bertahan lama.
Akademisi Dr. W. Linda Yuhanna, M.Si. dalam dialog Jaga Malam bersama Pro2 RRI Madiun menjelaskan bahwa personal branding yang baik seharusnya bersumber dari kejujuran diri sendiri. "Kita tidak harus menjadi orang lain, kita harus jadi diri sendiri. Terkadang apa yang orang lain tidak punya, kita punya, terkadang apa yang kita punya, tidak dipunyai orang lain," ujarnya. Beliau menekankan bahwa tampil apa adanya jauh lebih berkelanjutan daripada memaksakan standar kecantikan atau kemewahan milik orang lain.
Seseorang yang terjebak dalam fake branding biasanya haus akan validasi di dunia maya. Penggunaan filter berlebihan hingga pamer gaya hidup semu menjadi ciri utama dari pencitraan yang dibuat-buat tersebut. Jika ekspektasi validasi tidak terpenuhi, hal ini berisiko memberikan dampak negatif bagi kesehatan mental pemilik akun.
Perbedaan mencolok antara profil digital dan kehidupan nyata sering kali menjadi objek pembicaraan negatif bagi lingkungan sekitar. Kepercayaan publik akan runtuh saat masyarakat menemukan ketidaksesuaian antara unggahan media sosial dengan keseharian yang asli. Menurut Dr. W. Linda Yuhanna, M.Si., hal ini membuktikan bahwa data diri yang dipalsukan tidak akan pernah mendapatkan apresiasi yang tulus.
"Lebih baik terlihat riil di media sosial daripada kita terlihat mengada-ada karena kejujuran adalah pegangan utama," tegas Dr. W. Linda Yuhanna, M.Si. Prinsip ini menjadi kunci agar kita tidak merasa terbebani untuk menjadi orang lain demi terlihat hebat di mata publik. Kejujuran dalam membangun citra diri justru akan menarik audiens yang lebih loyal dan menghargai kemampuan asli kita.
Kesadaran untuk tampil apa adanya di media sosial harus dijadikan gaya hidup baru oleh generasi muda saat ini. Integritas di dunia maya akan membawa pengaruh positif yang lebih luas bagi perkembangan karakter seseorang secara jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....