Diam- diam Mewah, Gaya Fashion ‘Quiet Luxury’.

  • 31 Jan 2026 23:36 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Awal tahun 2020-an, gaya fashion ‘quiet luxury’ kembali diminati setelah pertama kalinya muncul pada tahun 2008 bersamaan saat itu terjadi krisis keuangan dunia. Bahkan, pada masa kini, gaya fashion ‘quiet luxury’ menjadi gaya hidup yang bukan sekedar tren, lantas apa sebenarnya ‘quiet luxury itu’?

Melansir dari laman resmi Carl Friedrik, bahwa quiet luxury ada mode fashion yang lebih menekankan pada investasi barang - barang berkualitas terbaik, minimalis namun abadi atau dengan kata lain tidak akan lekang waktu, pun jika digunakan pada waktu mendatang. Warna- warna yang netral, potongan yang rapi, bahan berkualitas dan tidak menonjolkan nama brand dalam busana ada dalam quiet luxury.

Karakteristik dalam gaya fashion ‘quiet luxury’ ini yakni diam- diam mewah, alias tidak mencolok, bahkan tidak ada logo brand yang diperlihatkan. Tentu gaya ini, sangat disukai bagi individu yang tidak mau terlihat kemewahan dari yang ia pakai, atau terlihat merek brand yang digunakan.

Aspek elegan, anggun dan sederhana menjadi aspek yang ditampilkan dalam gaya fashion ini, meskipun dari brand ternama. Kualitas menjadi yang poin utama, karena biasanya bahan yang digunakan merupakan bahan dengan mutu terbaik dan kualitas yang tinggi.

Sejumlah brand luar negeri yang menerapkan dan menekankan konsep quiet luxury seperti The Row, Objets Daso, Fear of God, Max Mara, Loro Piana. Namun sejumlah brand dalam negeri pun juga terlihat menerapkan konsep tersebut, seperti diantaranya Sejauh Mata Memandang, Thenblank, Sukko, dan lainnya.

Pertama kali, ‘quiet luxury’ ini menjadi tren, melansir dari berbagai sumber saat tahun 2008 karena adanya The Great Recession di Amerika Serikat dan Global Financial Crisis (GFC). Nah, sebab itulah, saat itu banyak orang- orang ingin menyembunyikan status finansial yang dimiliki.

Kesederhanaan lebih diutamakan, mulai dari pakaian, kendaraan pribadi yang digunakan, dan sebagainya saat itu. Benefit dalam menerapkan gaya fashion ‘quiet luxury’ juga pada aspek sustainable yakni membeli lebih sedikit, namun kualitas terbaik sehingga lebih ramah lingkungan. Selain itu, keuntungan lain adalah dari aspek investment, karena barang yang tidak usang oleh waktu akan mempunyai nilai jual kembali apabila dilakukan perawatan yang tepat, selain juga menekan pengeluaran untuk tidak boros.

Sedangkan karakteristik dari barang - barang fashion dengan konsep quiet luxury ini adalah mulai dari warna yang netral seperti hitam, krem, navy. Selain itu tidak adanya logo brand yang terpampang, sedang seperti parfum lebih pada wangi yang jarang ditemui dan unik. Tentu eksklusifitas lebih terasa, karena memang orang- orang dengan gaya fashion ini tidak butuh validasi, melainkan cukup bagi yang memang sama- sama memahami kualitas itu sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....