Potensi Cuan: Budidaya Ikan Lele Dalam Ember
- 31 Jan 2026 16:45 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID,Madiun - SMP Negeri 6 Kota Madiun terus berinovasi dalam mendukung program Adiwiyata melalui kegiatan konservasi air.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah budidaya ikan lele dalam ember dengan memanfaatkan air tetesan dari pendingin ruangan (AC).
Program ini dipelopori oleh rekan-rekan guru SMPN 6 Kota Madiun, sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan.
Arif Hidayat menjelaskan bahwa pemanfaatan air tetesan AC dipilih karena selama ini air tersebut sering terbuang percuma.
Padahal, air kondensasi AC relatif bersih dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya sederhana.
“Kami mencoba mengadopsi konsep hemat air dan pengelolaan lingkungan dari program Adiwiyata. Air tetesan AC kami tampung dan gunakan sebagai media budidaya ikan lele dalam ember,” ujarnya, Sabtu, 31 Januari 2026.
Dalam proses budidaya, Arif menjelaskan bahwa ember yang digunakan berkapasitas sekitar 60–80 liter.
Ember diisi dengan air tetesan AC yang telah diendapkan terlebih dahulu selama kurang lebih 2 hari untuk menyesuaikan suhu dan kondisi air.
Media budidaya tidak memerlukan aerator listrik, sehingga lebih hemat energi dan mudah diterapkan oleh siswa maupun masyarakat.
Pemilihan bibit lele menjadi salah satu faktor penting. Menurut Arif, bibit lele yang baik memiliki ukuran seragam, bergerak aktif, dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit.
“Bibit lele yang sehat akan lebih tahan terhadap perubahan lingkungan dan pertumbuhannya lebih cepat. Kepala tidak lebih besar dari ukuran badannya,” jelasnya.
Setiap ember biasanya diisi sekitar 50–70 ekor bibit lele, disesuaikan dengan ukuran ember agar tidak terlalu padat.
Perawatan ikan lele dilakukan secara rutin dengan pemberian pakan secukupnya. Arif menekankan pentingnya menjaga kualitas air agar tidak keruh dan berbau.
Jika air terlihat kotor, sebagian air dapat diganti menggunakan air tetesan AC yang baru, namun dengan mengganti hanya separuh airnya saja.
“Perawatan yang sederhana ini sekaligus mengajarkan siswa tentang tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan,” tambahnya. Menariknya, di atas ember budidaya lele tersebut juga ditanami kangkung air. Kangkung ditanam menggunakan gelas bekas air mineral yang dilubangi bagian bawahnya, kemudian diletakkan di atas permukaan ember.
Akar kangkung menjuntai ke dalam air dan berfungsi sebagai penyaring alami kotoran ikan lele. “Kangkung air ini tidak hanya bisa dipanen, tetapi juga membantu menjaga kualitas air karena menyerap sisa pakan dan kotoran ikan,” jelas Arif.
Proses panen ikan lele biasanya dapat dilakukan setelah 2 hingga 3 bulan, tergantung pada ukuran yang diinginkan.
Panen dilakukan secara bertahap agar ikan yang masih kecil tetap dapat tumbuh optimal. Sementara itu, kangkung air dapat dipanen lebih cepat, yakni sekitar 14-20 hari setelah tanam.
Melalui kegiatan budidaya ikan lele dalam ember ini, SMPN 6 Kota Madiun tidak hanya mendukung program Adiwiyata, tetapi juga memberikan pembelajaran nyata kepada siswa tentang konsep daur ulang, ketahanan pangan, dan pemanfaatan limbah air.
Arif berharap, inovasi sederhana ini dapat menginspirasi sekolah lain dan masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui kegiatan yang mudah dan bermanfaat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....