Magetan Dukung Swasembada Gula, Tanam Perdana Bongkar Ratoon Dimulai

  • 25 Mei 2026 03:08 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan - Pemerintah Kabupaten Magetan menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan swasembada gula nasional melalui program Bongkar Ratoon tebu yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan tanam perdana dipusatkan di Kabupaten Kediri dan diikuti secara daring oleh sejumlah daerah, termasuk Magetan.

Di tingkat kabupaten, Bupati Nanik Sumantri mengikuti kegiatan dari lahan tebu milik petani Puguh Santoso di Desa Kledokan, Kecamatan Bendo. Pada kesempatan itu dilakukan penanaman tebu varietas Panjalu di lahan seluas satu hektare.

Bupati Nanik Sumantri menegaskan bahwa program bongkar ratoon menjadi bagian penting dalam peningkatan produktivitas tebu di daerahnya. Ia menyebutkan target pengembangan lahan terus dikejar secara bertahap.

“Targetnya 1.500 hektare, tahun ini 1.000 hektare, mudah-mudahan tahun depan tercapai,” ujar Nanik Sumantri.

Ia juga berharap program ini mampu meningkatkan kesejahteraan petani tebu di Magetan melalui peningkatan hasil panen dan rendemen gula.

“Mudah-mudahan petani lebih sejahtera karena produktivitas dan rendemen naik,” tambahnya.

Saat ini, luas lahan tebu di Magetan mencapai sekitar 6.200 hektare. Pemerintah daerah menargetkan peremajaan tanaman melalui bongkar ratoon dapat meningkatkan kualitas produksi dan daya saing petani.

Direktur Operasional PT Sinergi Gula Nusantara, Aris Toharisman, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam program tersebut. Ia menyebut Jawa Timur memperoleh alokasi bongkar ratoon seluas 56 ribu hektare, dengan Magetan mendapat jatah sekitar 1.000 hektare.

“Program ini harus didukung dan dimasifkan di lapangan untuk mencapai swasembada gula dan etanol nasional,” ujarnya.

Aris juga menilai Magetan memiliki potensi besar dalam pengembangan industri gula karena ditunjang keberadaan beberapa pabrik gula dan ketersediaan bahan baku yang memadai. Ia optimistis target swasembada gula konsumsi nasional pada 2026 dapat tercapai melalui penguatan produksi di sentra-sentra tebu, termasuk Jawa Timur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....