Di Tengah Kondisi Darurat Sampah, Magetan Mampu Raih Adipura

  • 27 Feb 2026 00:31 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan - Di tengah kondisi darurat sampah daerah, mengingat TPA Milangasri telah penuh, Kabupaten Magetan sukses meraih predikat Adipura Kategori Kota Bersertifikat (Menuju Kota Bersih) bersama 34 Daerah lainnya se Indonesia

Tantangan juga muncul di tengah rencana pembangunan TPA baru di Desa Botok yang masih dalam proses dan belum terbangun.

Dalam evaluasi nasional, beberapa faktor yang memengaruhi nilai Magetan antara lain Belum terbentuknya UPTD khusus pengelolaan sampah, sehingga pada indikator kelembagaan memperoleh nilai 0. Proporsi anggaran pengelolaan sampah yang secara ideal direkomendasikan minimal 3% dari APBD, sementara saat ini alokasi masih sangat terbatas.

Meski demikian, Kabupaten Magetan tetap mampu memenuhi prasyarat penting, termasuk pengendalian TPS liar dan pengelolaan TPA dengan metode controlled landfill (pengurugan berkala) sesuai ketentuan teknis.

Di tengah keterbatasan sarana, tekanan kapasitas TPA, serta ketatnya standar penilaian nasional, Magetan tetap mampu menunjukkan sistem operasional pengelolaan sampah yang berjalan.

Bupati Magetan bunda Nanik Sumantri menyampaikan “Adipura kategori Menuju Kota Bersih ini kita raih di tengah kondisi darurat sampah. Ini bukti kerja keras seluruh jajaran dan dukungan masyarakat. Namun kita juga menyadari masih ada pekerjaan rumah besar, terutama penguatan kelembagaan dan dukungan anggaran. Pemerintah Kabupaten Magetan berkomitmen membenahi sistem secara bertahap agar ke depan dapat meningkat menuju kategori yang lebih tinggi,” ujarnya

Lebih lanjut bupati pertama wanita di magetan ini mengingatkan Penghargaan Adipura ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi melalui Gerakan Pilah Sampah dari Rumah yg kemarin sudah bunda lounching. Ini sebagai langkah strategis mengurangi beban TPA dan membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan pangan Kabupaten Magetan saif Muchlissun menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras luar biasa seluruh jajaran kebersihan, khususnya Kerja Keras yellow force pasukan kuning dari pemerintah kabupaten, ksm kelompok swadaya masyarakat, Tps3R, bank sampah, Pokja Kebersihan, relawan lingkungan, dan partisipasi masyarakat.

Para Petugas kebersihan yang telah terbiasa bekerja malam hari memastikan pengangkutan dan penanganan sampah berjalan optimal. Sehingga saat masyarakat memulai aktivitas di pagi hari, lingkungan sudah dalam kondisi bersih dan tertata.

“Ini adalah pengakuan atas kerja nyata di lapangan. Yellow Force, KSM, bank sampah dan relawan lingkungan bekerja tanpa kenal waktu. Evaluasi ini menjadi arah perbaikan, terutama pembentukan UPTD dan penguatan pembiayaan. Target kami jelas: memperkuat tata kelola, mempercepat solusi TPA, dan meningkatkan kategori pada penilaian berikutnya,” tandas Saif

Rekomendasi Berita