Bawa Tumbler: Kebiasaan Sederhana tapi Berdampak Baik untuk Lingkungan

  • 19 Feb 2026 13:08 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun: Kebiasaan membawa tumbler sering dianggap merepotkan oleh sebagian orang. Padahal, kebiasaan sederhana ini memiliki manfaat besar, tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga kesehatan dan kondisi keuangan.

Dr. Welinda Yuhanna, akademisi dari Universitas PGRI Madiun, menegaskan bahwa manfaat utama membawa tumbler adalah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar sampah lingkungan.

“Plastik sudah menjadi ancaman lingkungan. Dengan membawa tumbler, kita ikut berkontribusi mengurangi sampah plastik. Ini aksi kecil tapi dampaknya besar,” ujarnya.

Selain itu, penggunaan tumbler juga dinilai lebih hemat. Jika seseorang terbiasa membeli air minum kemasan setiap hari, biaya yang dikeluarkan dalam jangka panjang akan jauh lebih besar dibandingkan menggunakan tumbler yang bisa diisi ulang berkali-kali.

Ia menambahkan, membawa tumbler juga berkaitan dengan kesehatan. Penggunaan botol plastik sekali pakai secara berulang dapat berpotensi menimbulkan risiko kesehatan. Oleh karena itu, menggunakan tumbler berbahan kaca atau stainless steel bisa menjadi pilihan yang lebih aman.

Tidak hanya itu, membawa botol minum sendiri juga membantu seseorang lebih sadar terhadap kebutuhan cairan tubuh. Orang yang membawa tumbler cenderung lebih rutin minum air dibandingkan yang tidak membawanya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa harga tumbler bukan hal utama. Banyak orang merasa tumbler mahal, padahal fungsi utamanya tetap sama, yaitu sebagai wadah minum yang bisa digunakan berulang kali. “Tidak harus mahal atau bermerek. Yang penting digunakan secara konsisten dan sesuai fungsi,” tambahnya.

Tantangan lain adalah ketersediaan fasilitas isi ulang air minum di tempat umum. Meski beberapa lokasi seperti stasiun sudah menyediakan dispenser air minum, fasilitas serupa masih belum merata di ruang publik lainnya.

Ia berharap ke depan lebih banyak fasilitas umum seperti taman kota, alun-alun, atau pusat keramaian menyediakan tempat isi ulang air minum gratis atau dispenser isi ulang agar masyarakat semakin mudah menerapkan kebiasaan membawa tumbler.

“Kalau fasilitas tersedia, orang akan lebih termotivasi membawa tumbler. Ini bisa memperkuat gerakan pengurangan sampah plastik,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil. Membawa tumbler bukan hanya tren, tetapi bagian dari aksi nyata menuju gaya hidup berkelanjutan.

Rekomendasi Berita