Hari Perdamaian Dunia, Harmoni Dimulai dari Diri

  • 17 Sep 2026 16:07 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe — Perdamaian sering kali dibayangkan sebagai sesuatu yang besar: perang yang berhenti, konflik yang berakhir, atau kesepakatan yang lahir di meja perundingan. Namun, pada kenyataannya, perdamaian juga tumbuh dari hal-hal sederhana yang dilakukan setiap hari.

Menghormati perbedaan, menahan diri dari kebencian, memilih dialog ketika terjadi perselisihan, hingga memberi ruang kepada orang lain untuk didengar merupakan bagian dari upaya membangun kehidupan yang damai.

Pesan itu kembali relevan menjelang Hari Perdamaian Internasional yang diperingati setiap 21 September. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan peringatan tersebut pada 1981. Pada 2001, PBB menetapkan 21 September sebagai hari gencatan senjata dan non-kekerasan secara global.

Pada 2026, Hari Perdamaian Internasional mengusung tema “Invest in Peace: For Everyone, Everywhere, Every Day” atau Berinvestasi dalam Perdamaian: Untuk Semua Orang, di Mana Saja, Setiap Hari. Tema ini menekankan bahwa perdamaian membutuhkan tindakan nyata dan keterlibatan semua pihak.

Perdamaian dengan demikian tidak semata-mata berarti tidak adanya perang. PBB menggambarkannya sebagai kondisi yang berkaitan dengan rasa aman, martabat, kesempatan, kerja sama, serta kehidupan masyarakat yang lebih inklusif.

Di tengah masyarakat yang terdiri dari beragam latar belakang, perbedaan adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Perbedaan pendapat, pilihan, budaya, maupun cara pandang menjadi bagian dari kehidupan bersama.

Persoalannya bukan bagaimana menghilangkan perbedaan, tetapi bagaimana mengelolanya agar tidak berubah menjadi permusuhan.

Di sinilah perdamaian membutuhkan peran setiap orang.

Keluarga menjadi ruang pertama untuk belajar menghargai. Sekolah menjadi tempat menumbuhkan toleransi. Lingkungan kerja membutuhkan saling menghormati. Sementara masyarakat membutuhkan kepercayaan dan kemauan untuk menyelesaikan persoalan melalui dialog.

Kemajuan teknologi dan media sosial juga menghadirkan tantangan baru. Informasi dapat menyebar dalam hitungan detik, termasuk kabar yang belum terverifikasi maupun pesan yang berpotensi memicu kebencian.

Karena itu, menjaga perdamaian di era digital juga dapat dimulai dengan langkah sederhana: tidak ikut menyebarkan berita bohong, tidak memperkeruh perbedaan, serta menggunakan ruang komunikasi untuk menyampaikan pesan yang membangun.

Ketidakadilan, kemiskinan, diskriminasi, dan kesenjangan juga tidak dapat dilepaskan dari upaya membangun perdamaian. PBB menyebut kemiskinan, ketimpangan, diskriminasi, dan ketidakadilan sebagai sejumlah faktor yang dapat menjadi pendorong kekerasan.

Maka, investasi dalam perdamaian bukan hanya tentang menghentikan konflik, tetapi juga membangun kehidupan yang memberi ruang bagi setiap orang untuk hidup aman, bermartabat, dan memperoleh kesempatan.

Perdamaian pun tidak selalu membutuhkan tindakan besar.

Ia bisa dimulai ketika seseorang memilih memaafkan daripada membalas. Ketika perbedaan pendapat dijawab dengan dialog. Ketika seseorang memilih mendengar sebelum menghakimi. Atau ketika sebuah keluarga mengajarkan anak-anaknya untuk menghormati orang lain.

Pesan Hari Perdamaian Internasional 2026 pada akhirnya mengingatkan bahwa perdamaian bukan sesuatu yang selesai dibangun dalam satu hari. Ia membutuhkan perhatian, kepercayaan, dialog, dan tindakan yang dilakukan terus-menerus.

Seperti ditegaskan PBB, perdamaian tidak hanya dibangun di ruang konferensi, tetapi juga dibentuk oleh masyarakat di lingkungan, sekolah, tempat kerja, dan berbagai ruang kehidupan sehari-hari.

21 September bukan sekadar tanggal peringatan. Ia menjadi momentum untuk bertanya kepada diri sendiri: sudahkah kita menjadi bagian dari perdamaian?

Sebab dunia yang lebih damai tidak selalu dimulai dari langkah besar. Bisa jadi, ia dimulai dari satu pilihan sederhana hari ini: memilih untuk tidak membenci, memilih untuk memahami, dan memilih untuk tetap berbuat baik di tengah perbedaan.

(@azwardjafar)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....