Lestarikan Adat Istiadat, Bahasa Aceh Warnai Prosesi Upacara HUT 800 Samudera Pase
- 07 Sep 2026 20:19 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara — Pemandangan berbeda dan penuh nuansa kebudayaan tampak pada pelaksanaan Upacara Bendera Wilayah Pase dan Aceh Utara yang dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Utara H Ismail A Jalil sapaan Ayah Wa , yang dipusatkan di lapangan Upacara Kantor Bupati Aceh Utara, Landing, Kecamatan Lhoksukon, Senin 7 September 2026.
Prosesi upacara tahun ini berlangsung unik dan khidmat karena seluruh jalannya tata tertib serta aba-aba upacara disampaikan menggunakan bahasa daerah (bahasa Aceh), termasuk peserta dan tamu undangan menggunakan pakaian adat Aceh.
Pelaksanaan upacara berbahasa Aceh ini dan pakaian adat Aceh menjadi salah satu bagian dari rangkaian puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-800 Samudera Pasai dan Kabupaten Aceh Utara.
Bupati Aceh Utara H Ismail A Jalil (Ayah Wa) menyampaikan bahwa penggunaan bahasa Aceh dan pakaian adat Aceh pada prosesi resmi upacara bendera bertujuan untuk menguatkan kembali identitas budaya, melestarikan bahasa ibu, serta mengenang kembali nilai-nilai luhur dan kejayaan peradaban masa lalu di Tanah Pase.
“Penggunaan bahasa daerah (Aceh) dalam upacara resmi dinilai menjadi sarana edukasi kebudayaan sekaligus pembeda yang memperkuat identitas kebanggaan masyarakat Aceh Utara pada momentum bersejarah 800 tahun Samudera Pasai.”kata Ayahwa.
Sementara Seluruh elemen peserta upacara, mulai dari unsur Forkopimda, pegawai pemerintahan, tokoh adat, hingga tokoh agama tampak menyimak dan mengikuti setiap tahapan prosesi dengan penuh kearifan lokal. Keunikan prosesi yang kental dengan budaya daerah ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....