RRI.CO.ID,Lhokseumawe - Dua puluh satu tahun sudah usia sebuah janji Mekar dalam dekapan sejarah melangkah kian dewasa.
Senjata telah lama membisu, bendera duka terlipat rapi, Namun helaan napas Serambi belum sepenuhnya lega.
Katanya, damai adalah pintu menuju tanah sejahtera. Tempat impian anak-anak bangsa digantungkan.
Namun di baliknya, gemuruh lama masih bersuara. Butir-butir persoalan belum jua usai dituntaskan.
Deru mesiu tak lagi lahir dari nyala perang saudara. Tapi menjelma bisik samar aksi premanisme di sudut kota. Goresan konflik kepentingan menari di atas luka, Merebut sisa-sisa hak yang seharusnya milik bersama.
Damai tetaplah lentera di tengah remang,
Bukan sekadar dongeng tua yang selesai dituliskan, Ia adalah harapan baru yang terus dibentang Menuju kemakmuran dan kesejahteraan 'Nanggroe Indatu'.
(oleh: Zoelva).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....