Pendampingan Remaja Hari Ini Menentukan Kualitas Peradaban Masa Depan

  • 07 Agt 2026 18:27 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Peringatan Hari Remaja Internasional yang diperingati setiap 12 Agustus menjadi momentum penting untuk mengingatkan bahwa investasi terbaik bagi sebuah bangsa bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan karakter dan kesehatan mental remaja. Masa depan tidak dibentuk ketika seseorang telah dewasa, melainkan sejak mereka berada pada fase pencarian jati diri.

Menurut saya, masa remaja merupakan periode paling menentukan dalam kehidupan seseorang. Pada fase ini, remaja sedang mencari identitas, membangun kepercayaan diri, sekaligus menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi masa depannya.

Berdasarkan teori psikososial Erik Erikson, remaja berada pada tahap Identity versus Role Confusion atau pencarian identitas. Ketika mereka memperoleh dukungan dari keluarga dan lingkungan, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri. Sebaliknya, jika diabaikan atau terus dihakimi, remaja rentan mengalami kebingungan arah hidup.

Di sisi lain, perkembangan otak remaja belum sepenuhnya matang dalam mengambil keputusan. Karena itu, pendampingan orang tua, guru, dan lingkungan menjadi faktor penting agar mereka mampu mengelola emosi, memahami risiko, serta mengambil keputusan yang tepat.

Keluarga, sekolah, teman sebaya, masyarakat, hingga budaya memiliki peran yang saling berkaitan dalam membentuk karakter remaja. Lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan akan membantu mereka membangun ketangguhan mental serta mampu bangkit menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak sekadar menjadikan remaja sebagai objek kebijakan, tetapi juga melibatkan mereka dalam berbagai program sosial, pendidikan, pelestarian lingkungan, literasi digital, hingga kampanye pencegahan narkoba. Ketika suara remaja didengar dan dihargai, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab, berdaya saing, dan siap membangun bangsa.

Masa depan yang sehat dan kuat tidak dibangun saat mereka dewasa, tetapi dimulai hari ini melalui pendampingan, kasih sayang, serta penghargaan kepada remaja. Sebab, kualitas peradaban masa depan ditentukan oleh cara kita memperlakukan generasi muda hari ini.

Oleh: Azwar Djafar

Trainer/Motivator Self Management Indonesia

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....