Healing atau Boros? Tren Self Reward di Kalangan Gen Z
- 06 Mar 2026 21:21 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID,Lhokseumawe - Di kalangan anak muda saat ini, istilah self reward semakin populer dan sering dikaitkan dengan konsep healing. Setelah bekerja keras, menyelesaikan tugas kuliah, atau menghadapi tekanan hidup sehari hari, banyak anak muda merasa perlu memberi hadiah kecil untuk diri sendiri. Bentuknya beragam, mulai dari membeli makanan favorit, jalan jalan singkat, hingga berbelanja barang yang sudah lama diinginkan.
Fenomena ini berkembang seiring meningkatnya kesadaran tentang kesehatan mental. Anak muda semakin terbuka membicarakan stres, kelelahan emosional, dan pentingnya menjaga keseimbangan hidup. Self reward kemudian dianggap sebagai salah satu cara sederhana untuk merawat diri, sekaligus memberi jeda dari rutinitas yang padat.
Namun di sisi lain, tren ini juga memunculkan perdebatan. Tidak sedikit yang menilai bahwa konsep self reward sering kali berubah menjadi pembenaran untuk perilaku konsumtif. Pengeluaran yang awalnya dianggap sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri perlahan bisa menjadi kebiasaan belanja yang tidak terkontrol, terutama ketika dipengaruhi oleh tren di media sosial.
Dalam berbagai kajian perilaku konsumen yang dilansir dari berbagai sumber, media sosial memiliki peran besar dalam membentuk cara anak muda memandang konsumsi. Konten tentang gaya hidup, rekomendasi produk, hingga budaya treat yourself membuat aktivitas belanja terasa lebih wajar, bahkan kadang dianggap sebagai bagian dari perawatan diri.
Situasi ini membuat batas antara kebutuhan emosional dan dorongan konsumsi menjadi semakin tipis. Self reward memang bisa menjadi cara untuk menjaga motivasi dan kesehatan mental, tetapi tanpa pengelolaan keuangan yang baik, kebiasaan tersebut berpotensi menimbulkan masalah finansial di kemudian hari.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pola konsumsi generasi muda tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan ekonomi, tetapi juga oleh faktor psikologis dan budaya digital. Self reward dapat menjadi bentuk penghargaan yang sehat bagi diri sendiri, selama tetap disertai kesadaran akan batas kemampuan finansial.