High Functioning Anxiety di Kehidupan Modern

  • 08 Feb 2026 17:09 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Lhokseumawe - Berbagai kajian psikologi klinis dan fenomena sosial yang dilansir dari berbagai sumber menunjukkan bahwa high functioning anxiety semakin banyak dialami oleh individu di kehidupan modern. 

Kondisi ini merujuk pada kecemasan kronis yang tersembunyi di balik tampilan luar yang terlihat produktif, terorganisir, dan berprestasi. Penderitanya tetap mampu bekerja, bersosialisasi, dan memenuhi tuntutan hidup, namun terus dibayangi rasa cemas yang intens. Karena tidak mengganggu fungsi secara kasat mata, kondisi ini sering luput dari perhatian.

High functioning anxiety kerap muncul dalam bentuk perfeksionisme berlebihan dan dorongan untuk selalu terlihat mampu. Individu dengan kondisi ini cenderung menetapkan standar tinggi terhadap dirinya sendiri dan merasa gelisah jika tidak memenuhi ekspektasi tersebut. 

Di lingkungan kerja dan sosial, mereka sering dipuji sebagai pribadi disiplin dan berdedikasi. Namun di balik itu, ada kelelahan mental yang terus menumpuk tanpa jeda.

Tekanan kehidupan modern turut memperkuat kondisi ini. Tuntutan produktivitas, budaya kerja cepat, serta paparan media sosial membuat banyak orang merasa harus selalu “baik-baik saja”. 

Kecemasan tidak lagi ditandai dengan kepanikan terbuka, melainkan dengan pikiran yang terus aktif, sulit rileks, dan rasa bersalah saat beristirahat. Akibatnya, kecemasan dianggap sebagai bahan bakar kesuksesan, bukan sinyal peringatan.

Dampak jangka panjang high functioning anxiety tidak bisa dianggap sepele. Gangguan tidur, kelelahan emosional, sulit menikmati pencapaian, hingga risiko burnout dapat muncul secara perlahan. Karena individu tetap terlihat berfungsi normal, bantuan sering datang terlambat. Lingkungan sekitar pun kerap tidak menyadari bahwa performa tinggi tidak selalu berarti kondisi mental yang sehat.

Menurut opini penulis, normalisasi kecemasan terselubung ini mencerminkan cara hidup modern yang kurang ramah terhadap kesehatan mental. Produktif tidak seharusnya identik dengan terus merasa tertekan. 

Mengenali high functioning anxiety adalah langkah awal untuk membangun keseimbangan antara kinerja dan kesejahteraan psikologis. Kehidupan yang sehat bukan hanya soal terlihat berhasil, tetapi juga mampu merasa tenang dan utuh secara emosional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....