Kemenag dan Disdik Aceh Satukan Kekuatan, 35 Ribu Komputer Disiapkan
- 19 Agt 2026 19:17 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Upaya memperkuat kualitas pendidikan di Aceh memasuki babak baru. Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Aceh dan Dinas Pendidikan Aceh sepakat mempererat kolaborasi, termasuk membuka peluang pemanfaatan fasilitas pendidikan secara bersama di seluruh kabupaten/kota.
Kesepakatan itu mengemuka dalam pertemuan Kakanwil Kemenag Aceh Drs. H. Azhari, M.Si., dengan Kepala Dinas Pendidikan Aceh H. Murthalamuddin, S.Pd., M.S.P., di ruang kerja Kakanwil Kemenag Aceh, Rabu 19 Agustus 2026.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah bersama untuk membangun sistem pendidikan yang lebih terintegrasi. Salah satu rencana yang dibahas adalah penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) yang memungkinkan fasilitas pendidikan milik masing-masing pihak dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.
Azhari mengatakan sinergi antara Kemenag dan Disdik Aceh penting untuk memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan mendapatkan pendidikan yang berkualitas, termasuk bagi daerah yang menghadapi keterbatasan fasilitas.
Menurutnya, kolaborasi tidak berhenti pada dua instansi tersebut. Pemerintah kabupaten dan kota di Aceh juga diharapkan dapat ikut mengambil bagian dengan mengoptimalkan sarana pendidikan yang tersedia.
“Dengan kerja sama ini, Kemenag, Dinas Pendidikan, serta pemerintah kabupaten dan kota dapat saling mendukung dan menggunakan fasilitas yang tersedia untuk kepentingan pendidikan,” ujar Azhari.
Kerja sama tersebut juga akan diarahkan pada sejumlah aspek teknis, termasuk peninjauan pemberian izin operasional bagi sekolah dan madrasah yang dikelola masyarakat maupun lembaga pendidikan yang berada di lingkungan pondok pesantren.
Sementara itu, Murthalamuddin membawa salah satu potensi besar yang dapat langsung mendukung pelaksanaan pendidikan di Aceh. Ia menyebut sekitar 35 ribu unit komputer tersedia di sekolah-sekolah yang tersebar pada 23 kabupaten/kota.
Fasilitas tersebut nantinya berpeluang dimanfaatkan secara bersama, terutama untuk mendukung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Menurut Murthalamuddin, penyatuan fasilitas dan sumber daya menjadi penting agar pelaksanaan TKA antara satuan pendidikan di bawah Kemenag dan Dinas Pendidikan dapat berjalan lebih selaras.
“Dengan menyatukan langkah, sumber daya dan fasilitas yang dimiliki, diharapkan hasil pencapaian ke depan semakin baik dan meningkat,” katanya.
Pertemuan itu sekaligus menegaskan bahwa penguatan pendidikan di Aceh membutuhkan kerja lintas lembaga. Kolaborasi antara Kemenag dan Disdik diharapkan tidak hanya menghasilkan kesepakatan administratif, tetapi berdampak langsung terhadap akses, pemerataan dan mutu pendidikan bagi peserta didik.
Dalam pertemuan tersebut, Azhari didampingi Plt. Kabag TU/Kabid PAI Dr. Hj. Aida Rina Elisiva, BAcc., M.M., Kabid Penmad H. Khairul Azhar, S.Ag., M.Si., Kabid PD Pontren Dr. H. Muntasyir, S.Ag., M.A., Katim Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Penmad M. Najib, S.T., serta Katim Bidang PAI Wahyudi, S.H.I.
Dari Dinas Pendidikan Aceh turut hadir sejumlah kepala bidang dan jajaran terkait.
Sinergi tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pengelolaan pendidikan Aceh yang lebih terbuka, inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan zaman, dengan memaksimalkan fasilitas yang sudah tersedia untuk kepentingan generasi muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....