ParagonCorp dan ARC USK Kaji Potensi Nilam Aceh untuk Kosmetik
- 20 Agt 2026 17:02 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Potensi nilam Aceh kembali mendapat perhatian dari dunia industri setelah ParagonCorp menjalin kemitraan riset dengan Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK). Kerja sama tersebut ditandai penandatanganan Nota Kesepahaman di kantor pusat ParagonCorp, Jakarta, Kolaborasi ini diarahkan untuk mengkaji potensi minyak nilam dan turunannya, termasuk patchouli alcohol crystal, sebagai kandidat bahan aktif alami yang dapat dikembangkan untuk kebutuhan industri kosmetik. Kamis 20 Agustus 2026.
Kemitraan tersebut mempertemukan pengalaman ARC USK dalam penelitian nilam dan minyak atsiri dengan kemampuan ParagonCorp dalam riset serta pengembangan produk kosmetik. Kajian akan dilakukan secara bertahap untuk mengetahui karakteristik bahan, potensi manfaat, serta kemungkinan pemanfaatannya dalam aplikasi kosmetik. Setiap tahapan penelitian akan mengutamakan data dan validasi ilmiah, sehingga potensi bahan alam tersebut tidak hanya dilihat dari sisi komoditas, tetapi juga berdasarkan bukti mengenai karakteristik dan manfaatnya.

Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, Sp.DVE, FINSDV, mengatakan kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi bagian dari upaya mempertemukan kekayaan sumber daya alam Indonesia dengan kebutuhan inovasi industri. Menurutnya, nilam Aceh memiliki ruang pengembangan yang masih luas, khususnya jika penelitian dilakukan secara mendalam dan terukur. Pendekatan berbasis riset dinilai penting untuk memastikan setiap peluang pemanfaatan bahan alam memiliki dasar ilmiah yang kuat sebelum diarahkan menuju pengembangan lebih lanjut.
Kepala ARC USK, Syaifullah Muhammad, menyambut kerja sama tersebut sebagai peluang mempertemukan kapasitas penelitian perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata industri. Menurutnya, nilam Aceh tidak semestinya hanya dipandang sebagai komoditas minyak atsiri, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk turunan dengan nilai ekonomi lebih tinggi. Selain fokus pada penelitian bahan alam, kerja sama ParagonCorp dan ARC USK mencakup pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, termasuk penguatan kapasitas sumber daya manusia dan pertukaran pengetahuan.

Kolaborasi ini membuka peluang lebih luas bagi hilirisasi nilam Aceh melalui pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jika hasil penelitian menunjukkan potensi yang sesuai, pengembangan bahan turunan nilam dapat menciptakan nilai tambah baru bagi komoditas yang selama ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi Aceh. Di sisi lain, kemitraan antara industri dan perguruan tinggi tersebut memperlihatkan pentingnya riset dalam menghubungkan kekayaan sumber daya alam Indonesia dengan inovasi bernilai ekonomi, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan talenta dan ekosistem industri berbasis bahan alam di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....