Harga Pertamax Naik, Warga Beralih ke Pertalite Timbulkan Antrean Panjang di SPBU
- 29 Jul 2026 17:56 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID,Lhokseumawe — Fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Lhokseumawe belakangan ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Disperindagkop dan UKM.
Kabid Perdagangan Disperindagkop dan UKM Kota Lhokseumawe, Nelvia, menyebutkan ada dua faktor utama yang memicu antrean kendaraan di SPBU, meski kuota BBM dari Pertamina sebenarnya mencukupi.
Faktor pertama adalah dampak dari naiknya harga BBM non-subsidi jenis Pertamax yang membuat sebagian besar masyarakat beralih menggunakan BBM bersubsidi jenis Pertalite.
"Terjadinya antrean panjang salah satunya dipicu oleh kenaikan harga BBM non-subsidi seperti Pertamax. Banyak pengendara yang sebelumnya mengisi Pertamax kini beralih ke Pertalite. Fenomena ini bisa kita lihat langsung di lapangan, bahkan pengguna mobil pribadi pun banyak yang beralih," ungkap Nelvia, 29 Juli 2026 saat menangapi keluhan warga di program halo RRI Lhokseumawe.
| Baca juga: Warga Antusias Serbu Pasar Tani Murah |
Faktor kedua berkaitan dengan alur distribusi pengiriman dari armada truk tangki Pertamina. Nelvia menjelaskan, alur pengiriman diatur mendahulukan daerah-daerah yang lokasinya lebih jauh dalam wilayah regional.
"Truk tangki Pertamina itu mendistribusikan ke daerah yang jauh dulu, seperti ke arah Timur (Langsa) atau ke arah Barat. Untuk jalur Barat juga kerap ada kendala antrean arus lalu lintas di sekitar Jembatan Puta Balang. Setelah melayani daerah luar, baru menyalurkan ke SPBU di dalam Kota Lhokseumawe," paparnya.
Meskipun sempat ada keterlambatan pengiriman armada atau kapal bersandar, pihak Disperindagkop memastikan bahwa stok BBM secara keseluruhan dari Pertamina tetap terkendali dan masyarakat diimbau tidak panic buying.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....