Harga Ikan di Lhokseumawe Melonjak Drastis, Nelayan Terdampak Cuaca Buruk
- 20 Mei 2026 21:36 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Kota Lhokseumawe dalam beberapa bulan terakhir mengalami kenaikan harga ikan yang cukup signifikan. Kondisi ini dirasakan langsung oleh masyarakat maupun para pedagang ikan di sejumlah lokasi penjualan hasil laut, terutama di kawasan Pantai Ujung Blang, Kecamatan Banda Sakti.
Melambungnya harga ikan disebut-sebut dipengaruhi oleh faktor cuaca ekstrem dan tingginya gelombang laut yang menghambat aktivitas para nelayan saat melaut.
Sejumlah pedagang mengaku hasil tangkapan nelayan mengalami penurunan drastis dibandingkan hari-hari normal. Kondisi laut yang tidak bersahabat membuat banyak nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan. Akibatnya, pasokan ikan ke pasar menjadi berkurang, sementara permintaan masyarakat tetap tinggi. Situasi tersebut secara langsung memicu kenaikan harga berbagai jenis ikan di pasaran.
Salah satu pedagang ikan di kawasan Pantai Ujung Blang, Irwan, mengatakan bahwa kenaikan harga sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda stabil. Dalam keterangannya kepada RRI, Irwan menjelaskan bahwa harga ikan tongkol maupun ikan tuna mengalami peningkatan cukup tajam dibandingkan biasanya.
“Biasanya harga ikan tongkol atau ikan tuna berkisar Rp35 ribu sampai Rp40 ribu per kilogram, sekarang sudah mencapai Rp50 ribu per kilogram,” ujar Irwan.Rabu 20 Mei 2026.
Menurutnya, kondisi ini membuat para pedagang harus menyesuaikan harga jual karena stok ikan yang tersedia semakin sedikit. Tidak hanya ikan tongkol dan tuna, beberapa jenis ikan laut lainnya juga mengalami kenaikan harga akibat terbatasnya hasil tangkapan nelayan.
Selain berdampak pada pedagang, kenaikan harga ikan juga dirasakan oleh masyarakat sebagai konsumen. Banyak warga mengaku harus mengurangi jumlah pembelian ikan karena harga yang semakin mahal. Padahal, ikan laut merupakan salah satu kebutuhan pangan utama masyarakat pesisir di Kota Lhokseumawe.
Cuaca buruk yang terjadi belakangan ini ditandai dengan angin kencang, hujan intensitas tinggi, serta gelombang laut yang besar. Kondisi tersebut dinilai berbahaya bagi aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan tradisional yang masih banyak digunakan nelayan setempat. Para nelayan berharap kondisi cuaca segera membaik agar mereka dapat kembali melaut secara normal dan pasokan ikan di pasaran kembali stabil.
Masyarakat juga berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah terhadap kondisi para nelayan dan pedagang ikan, terutama dalam menghadapi dampak ekonomi akibat cuaca ekstrem yang berkepanjangan. Dengan membaiknya kondisi laut dan meningkatnya hasil tangkapan nelayan, diharapkan harga ikan di pasar dapat kembali normal sehingga tidak memberatkan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....