Kebutuhan Daging Meugang jelang Idulfitri di Aceh Meningkat

  • 18 Mar 2026 10:07 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, masyarakat Aceh mulai bersiap menyambut tradisi uroe meugang. Tradisi yang telah mengakar kuat ini menjadi momen bagi masyarakat untuk memasak dan menyantap daging bersama keluarga sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mempererat silaturahmi.

Setiap tahunnya, tradisi meugang selalu diikuti dengan lonjakan kebutuhan daging di pasaran. Peningkatan permintaan biasanya terjadi dalam dua hingga tiga hari menjelang Idulfitri, sehingga aktivitas jual beli daging di berbagai daerah di Aceh mengalami peningkatan signifikan.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan kebutuhan daging pada perayaan meugang di Aceh secara umum berkisar antara 1.000 hingga 1.500 ton. Angka tersebut mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menjalankan tradisi tahunan tersebut.

Berdasarkan hasil pemantauan dan koordinasi Dinas Peternakan Aceh di lapangan, ketersediaan ternak untuk meugang Idulfitri tahun ini dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi. Pemerintah menjamin stok hewan ternak tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Stok sapi yang tersebar di seluruh Aceh untuk kebutuhan meugang Idulfitri mencapai 16.381 ekor, dengan estimasi pemotongan sekitar 7.245 ekor. Selain itu juga tersedia 6.929 ekor kerbau serta 17.146 ekor kambing dan domba,” ujar MTA, Selasa 17 Maret 2026.

Terkait harga daging, MTA menjelaskan bahwa pergerakan harga bersifat fluktuatif karena mengikuti mekanisme pasar. Lonjakan permintaan menjelang meugang biasanya berdampak pada kenaikan harga dibandingkan hari normal.

“Harga daging diperkirakan berada pada kisaran Rp150.000 hingga Rp180.000 per kilogram, tergantung kondisi pasar di masing-masing daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf telah menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan pemantauan secara intensif guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak terjadi spekulasi harga yang merugikan masyarakat. Pemerintah berharap masyarakat dapat menjalankan tradisi meugang dengan nyaman dan tetap menjaga nilai kebersamaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....