Ramadhan Mendidik Jiwa Mencintai Akhirat dan Meninggalkan Tipu Daya Dunia

  • 03 Mar 2026 16:21 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Bulan suci Ramadhan bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi madrasah spiritual yang mendidik hati agar kembali condong kepada Allah SWT dan mengutamakan kehidupan akhirat dibandingkan gemerlap dunia.

Kepada RRI, Ustadzah Lia Mauliza menyampaikan bahwa salah satu hikmah terbesar Ramadhan adalah proses pembersihan hati dari belenggu hawa nafsu. Melalui ibadah puasa, umat Islam dilatih menahan diri, bukan hanya dari makan dan minum, tetapi juga dari perbuatan dosa yang bersumber dari pandangan, pendengaran, lisan, dan hati.

“Dengan kebersihan hati itulah manusia kembali kepada fitrahnya. Kita semakin dekat dengan Allah dan semakin sadar akan adanya kehidupan akhirat,” jelasnya.

Ia menegaskan, puasa merupakan sarana untuk memperbaiki kualitas diri secara menyeluruh. Pengendalian diri selama Ramadhan diharapkan tidak berhenti pada aspek lahiriah, tetapi mampu membentuk karakter yang lebih sabar, jujur, dan bertanggung jawab.

Ustadzah Lia juga mengingatkan bahaya bagi mereka yang terlalu mencintai dunia hingga melupakan pertemuan dengan Sang Pencipta. Ia memetik kandungan makna dalam Surah Yunus dan Surah Al-Hadid yang menjelaskan bahwa kehidupan dunia hanyalah kesenangan sementara yang dapat memperdaya manusia.

“Bagaimana manusia bisa merasa tenang dengan dunia, sedangkan yang halal akan dihisab, yang haram akan diazab, dan setiap kenikmatan akan dimintai pertanggungjawaban?” ujarnya.

Menurutnya, orang yang menjadikan dunia sebagai tujuan utama hidup sering kali diliputi rasa tidak puas dan ketakutan akan kekurangan, meskipun secara materi berkecukupan. Sebaliknya, mereka yang menjadikan akhirat sebagai tujuan hidup akan diberikan ketenangan hati dan rasa cukup (qanaah).

Ia juga mengutip nasihat ulama tabi’in, Hasan Al-Basri, bahwa siapa yang mencari akhirat, Allah akan menganugerahkan kepadanya kebaikan akhirat sekaligus dunia. Namun, siapa yang hanya mengejar dunia, belum tentu ia memperoleh akhirat.

Menutup pernyataannya, Ustadzah Lia mengajak umat Islam untuk memanfaatkan sisa bulan Ramadhan sebagai waktu refleksi diri dan memperbaiki orientasi hidup.

“Sebelas bulan kita sibuk mengejar urusan dunia. Satu bulan ini mari kita berhenti sejenak untuk memujuk jiwa, memperkuat ibadah, dan mengejar ridha Allah dengan harapan meraih surga-Nya,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....