Haji Uma Bantu Biaya Pemulangan Jenazah Warga Aceh Utara yang Tenggelam di Dumai

  • 20 Agt 2026 21:42 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma, ikut membantu biaya pemulangan jenazah Musfikal (34), warga Bulukat Teubai, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, yang ditemukan meninggal dunia di perairan Dumai, Provinsi Riau.

Musfikal dilaporkan hendak berangkat ke Malaysia untuk mencari pekerjaan pada 14 Agustus 2026. Berdasarkan keterangan keluarga yang disampaikan kepada Haji Uma, bot yang ditumpangi korban diduga karam. Musfikal kemudian ditemukan nelayan dalam kondisi meninggal dunia sekitar empat hari setelah kejadian dan selanjutnya dibawa ke RSUD Dumai untuk menjalani pemeriksaan dan otopsi.

Menurut keterangan pihak rumah sakit, terdapat dua jenazah yang ditemukan warga di perairan Dumai, masing-masing warga Aceh dan warga Nusa Tenggara Barat. Dalam proses pengurusan jenazah Musfikal, keluarga sempat terkendala biaya rumah sakit dan peti jenazah yang mencapai Rp8,03 juta.

Setelah dilakukan koordinasi, keluarga mengumpulkan bantuan sebesar Rp5 juta, sementara Haji Uma membantu Rp3,03 juta. Untuk proses penjemputan dan pemulangan jenazah, keluarga juga membawa ambulans dari Aceh menuju Dumai.

Haji Uma mengatakan pihaknya masih menggali informasi terkait musibah tersebut karena terdapat sejumlah hal yang dinilai belum terungkap, terutama mengenai keberadaan bot dan penumpang lainnya.

“Kematian Musfikal dan satu warga lainnya ini masih menyimpan misteri. Kalau benar bot yang mereka tumpangi karam, kita perlu mengetahui ke mana penumpang lainnya, termasuk nahkoda. Kalau mereka terjatuh ke laut, siapa pemilik bot tersebut dan mengapa tidak ada laporan serta pertanggungjawaban atas kejadian ini,” kata Haji Uma, Kamis 20 Agustus 2026.

Ia menduga keberangkatan korban menuju Malaysia dilakukan melalui jalur ilegal atau jalur belakang tanpa dokumen resmi. Karena itu, Haji Uma telah berkoordinasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) melalui perwakilan Aceh untuk memberikan perhatian terhadap kasus tersebut.

"Kita meminta pihak terkait di Riau menelusuri dan melacak keberadaan serta identitas bot yang berlayar melalui perairan Dumai pada 14 Agustus 2026. Langkah tersebut diperlukan untuk menemukan saksi serta mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam proses keberangkatan korban."pintanya.

Haji Uma menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Musfikal dan satu warga Indonesia lainnya yang ditemukan di perairan Dumai. Ia berharap kedua korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

“Kita turut berduka atas musibah ini. Semoga arwah kedua korban diterima di sisi Allah SWT. Saya juga mengingatkan masyarakat yang hendak bekerja ke luar negeri agar menempuh jalur resmi dan legal, sehingga keberangkatan lebih aman serta memiliki kepastian perlindungan hukum,” kata Haji Uma.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....