RRI Lhokseumawe Peringati Harkitnas 2026, Soroti Pentingnya Menjaga Tunas Bangsa
- 20 Mei 2026 08:57 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Semangat menjaga generasi muda sebagai pondasi masa depan bangsa mewarnai peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang digelar Radio Republik Indonesia Lhokseumawe, Rabu, 20 Mei 2026. Upacara bendera yang berlangsung di halaman Kantor RRI Lhokseumawe itu menjadi momentum memperkuat persatuan dan kesiapan menghadapi tantangan era digital.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Kepala LPP RRI Lhokseumawe, Wenny Zulianti, S.H., M.H., memimpin jalannya upacara yang diikuti oleh seluruh jajaran manajemen, ASN, dan PPPK. Dalam kesempatan tersebut, Wenny Zulianti membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Melalui sambutan itu, pemerintah mengingatkan kembali semangat lahirnya Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 sebagai titik awal bangkitnya kesadaran nasional melalui perjuangan intelektual dan persatuan bangsa.

Pemerintah menilai makna kebangkitan nasional saat ini terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Jika dahulu perjuangan difokuskan pada mempertahankan wilayah dan kemerdekaan, maka tantangan saat ini bergeser pada penguatan sumber daya manusia, penguasaan teknologi, dan menjaga kedaulatan informasi di tengah derasnya arus digitalisasi.
Dalam sambutan tersebut juga disampaikan berbagai program strategis nasional yang diarahkan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis, pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas tenaga pendidik, layanan kesehatan gratis, hingga penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Merah Putih. Link pidato Harkitnas 2026 https://drive.google.com/file/d/1INHV-NTJG0VjpnOuP1hUCEoCp5n4YP35/view.
Pemerintah turut menegaskan komitmennya dalam melindungi generasi muda di ruang digital melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS. Kebijakan itu diharapkan mampu menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan sesuai dengan perkembangan usia anak.
Mengakhiri sambutan, seluruh elemen masyarakat diajak menjadikan momentum Harkitnas sebagai penguat solidaritas sosial, peningkatan literasi digital, serta dorongan untuk mewujudkan cita-cita pembangunan nasional menuju Indonesia yang maju dan berdaya saing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....