Pacri Nenas Khas Aceh Punya Rasa Manis dan Segar!
- 28 Jan 2026 11:06 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Pacri nenas adalah salah satu hidangan khas Aceh yang sering hadir dalam acara kenduri, hari besar, atau sekadar pelengkap makan di rumah. Meski berbahan dasar buah, pacri nenas bukan sekadar pencuci mulut. Rasanya yang manis, gurih, dan harum rempah membuatnya cocok disantap bersama nasi hangat sebagai lauk pendamping.
Ciri khas pacri nenas Aceh terletak pada penggunaan rempah-rempah seperti cengkeh dan kayu manis yang dimasak perlahan hingga aromanya keluar. Beberapa versi juga menambahkan santan untuk memberikan rasa gurih dan tekstur kuah yang lebih kaya.
Pacri nenas dibuat dari nenas matang yang dipotong agak besar agar teksturnya tetap terasa setelah dimasak. Gula pasir menjadi pemanis utama, sementara santan memberi sentuhan lembut dan gurih. Rempah-rempah seperti kayu manis, cengkeh, kapulaga, dan daun pandan menjadi kunci aroma khas pacri.
Sedikit garam ditambahkan bukan untuk membuat asin, tetapi sebagai penyeimbang agar rasa manisnya tidak berlebihan.
Bahan yang dibutuhkan:
- 3 buah cabai merah keriting, belah dua
- 2 siung bawang merah, iris-iris
- 4 butir bunga lawang atau pekak
- 3 cm kayu manis
- 4 butir kapulaga
- 4 butir cengkeh
- sedikit jintan
- 2 lembar daun pandan
- 200 gram gula pasir
- 1 sdt garam
- 1 liter air
Siapkan bahan, cuci bersih potongan nenas. Panaskan wajan, masukkan gula pasir hingga kecoklatan dan menjadi karamel. Tambahkan air. Masukkan irisan bawang merah, pekak, kayu manis, kapulaga, cengkeh, garam, dan jintan. tambahkan potongan nenas, aduk rata. Masak hingga mendidih. Tambahkan cabai merah. Pacri Nenas khas Aceh siap dihidangkan baik hangat maupun dingin sebagai hidangan pencuci mulut atau cemilan segar sore.
Jika menggunakan santan, santan dimasukkan di tahap akhir sambil terus diaduk perlahan agar tidak pecah. Masakan kemudian dimasak hingga kuahnya sedikit mengental dan berwarna cokelat keemasan, dengan aroma rempah yang hangat dan menggoda.
Pacri nenas memiliki rasa manis yang dominan, berpadu dengan gurih santan dan wangi rempah. Tekstur nanasnya lembut namun tidak hancur. Hidangan ini bisa disajikan hangat atau dingin, dan justru sering terasa lebih nikmat setelah didiamkan beberapa jam atau semalaman karena bumbunya semakin meresap.
Di Aceh, pacri nenas biasa disajikan bersama nasi putih, lauk daging, atau kari. Dalam konteks kenduri, pacri menjadi pelengkap yang menyeimbangkan rasa hidangan utama yang cenderung gurih dan berbumbu kuat.Sederhana namun kaya rasa, pacri nenas adalah bukti bahwa masakan tradisional Aceh tidak hanya soal pedas dan kari, tetapi juga tentang keseimbangan rasa dan aroma. Dengan bahan yang mudah didapat dan cara memasak yang tidak rumit, pacri nenas layak dicoba sebagai hidangan rumahan bernuansa tradisi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....