Mengenal Tanda-Tanda Tubuh Kekurangan Istirahat, Jangan Abaikan Sinyalnya

  • 21 Sep 2026 15:45 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Kesibukan sehari-hari sering membuat waktu istirahat menjadi hal yang dikorbankan. Pekerjaan yang belum selesai, aktivitas rumah tangga, penggunaan gawai hingga larut malam, atau kebiasaan tidur terlalu larut dapat membuat tubuh tidak mendapatkan waktu pemulihan yang cukup.

Padahal, tidur bukan sekadar waktu ketika tubuh berhenti beraktivitas. Saat tidur, tubuh dan otak menjalankan berbagai proses penting yang mendukung kesehatan fisik dan fungsi mental. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), orang dewasa berusia 18 hingga 60 tahun umumnya membutuhkan setidaknya 7 jam tidur setiap malam.

Kebutuhan tersebut dapat berbeda menurut usia. Selain durasi, kualitas tidur juga penting agar tubuh benar-benar mendapatkan waktu pemulihan yang dibutuhkan. Lantas, bagaimana mengetahui bahwa tubuh mulai kekurangan istirahat?

Mudah lelah dan tidak merasa segar saat bangun.

Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah tubuh tetap terasa lelah meskipun sudah tidur. Seseorang mungkin bangun dengan perasaan belum benar-benar pulih dan membutuhkan waktu lebih lama untuk merasa bugar.

Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), kekurangan tidur dapat membuat seseorang merasa sangat lelah pada siang hari dan tidak merasa segar atau waspada ketika bangun.

Mengantuk pada siang hari

Rasa kantuk sesekali merupakan hal yang normal. Namun, jika seseorang sering mengantuk ketika bekerja, membaca, mengikuti rapat, menonton televisi, atau melakukan aktivitas rutin lainnya, kondisi tersebut patut diperhatikan. Kantuk berlebihan pada siang hari dapat menjadi salah satu tanda bahwa tubuh tidak memperoleh tidur yang cukup atau berkualitas.

Sulit berkonsentrasi

Pernah merasa sulit fokus, mudah lupa, atau membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaan? Kurang tidur dapat memengaruhi kemampuan belajar, berkonsentrasi, mengingat informasi, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. Reaksi tubuh juga dapat menjadi lebih lambat sehingga aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan perlu dilakukan dengan lebih hati-hati.

Karena itu, rasa kantuk jangan dianggap sepele, terutama ketika seseorang harus mengemudi atau melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Suasana hati mudah berubah

Kekurangan tidur tidak hanya berpengaruh pada kondisi fisik. Kondisi ini juga dapat memengaruhi emosi. Seseorang yang kurang tidur dapat menjadi lebih mudah tersinggung, frustrasi, atau mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi.

NHLBI juga mencatat bahwa kekurangan tidur dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengelola emosi dan menghadapi perubahan atau tekanan sehari-hari.

Produktivitas menurun

Ketika tubuh lelah, pekerjaan yang biasanya dapat diselesaikan dengan cepat bisa terasa lebih berat. Konsentrasi menurun, waktu penyelesaian tugas menjadi lebih panjang, dan kesalahan lebih mudah terjadi. Kondisi tersebut bukan semata-mata persoalan kemauan atau kedisiplinan. Tidur yang cukup memang berperan dalam menjaga fungsi otak dan kemampuan seseorang menjalankan aktivitas sehari-hari.

Jangan biasakan “membayar utang tidur” hanya di akhir pekan

Sebagian orang mencoba mengganti kurang tidur pada hari kerja dengan tidur lebih lama saat akhir pekan. Tidur tambahan memang dapat membuat tubuh terasa lebih baik dalam jangka pendek, tetapi tidak sepenuhnya menggantikan manfaat tidur malam yang cukup dan teratur.

NHLBI menyarankan menjaga jadwal tidur yang konsisten. Perbedaan waktu tidur dan bangun yang terlalu jauh antara hari kerja dan akhir pekan juga dapat mengganggu ritme tidur-bangun tubuh.

Bagaimana agar tidur lebih berkualitas?

Tidak semua masalah tidur membutuhkan perubahan besar.

Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu, antara lain: tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari; menyediakan waktu tidur yang cukup sesuai kebutuhan tubuh; menciptakan suasana kamar yang nyaman dan tenang; menggunakan waktu menjelang tidur untuk aktivitas yang lebih menenangkan; menjaga aktivitas fisik pada siang hari; serta mengurangi paparan cahaya atau aktivitas yang membuat tubuh tetap terjaga menjelang waktu tidur.

Kebiasaan tidur yang konsisten merupakan salah satu langkah yang direkomendasikan untuk membantu menjaga kualitas tidur.

Kapan perlu berkonsultasi?

Jika seseorang terus mengalami rasa lelah, kantuk berlebihan, sulit tidur, atau merasa tidak segar meskipun sudah memberikan waktu tidur yang cukup, kondisi tersebut sebaiknya tidak terus diabaikan.

Masalah tidur yang berlangsung terus-menerus dapat berkaitan dengan gangguan tidur atau kondisi kesehatan tertentu. Berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu mengetahui penyebabnya dan menentukan langkah yang tepat.

Pada akhirnya, istirahat bukan kemewahan yang hanya dilakukan ketika semua pekerjaan selesai. Istirahat merupakan bagian dari kebutuhan tubuh. Mengenali sinyal kelelahan dan memberikan tubuh waktu untuk pulih adalah salah satu langkah sederhana untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....