Tubuh Tiba-tiba Merinding, Ini Penjelasan Ilmiahnya

  • 31 Agt 2026 07:44 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID Lhokseumawe - Pernah tiba-tiba merinding saat mendengar musik, merasa takut, kedinginan, atau bahkan ketika melihat sesuatu yang menyentuh perasaan? Merinding merupakan respons alami tubuh yang hampir semua orang pernah alami. Menariknya, bulu kuduk yang berdiri bukan sekadar reaksi karena udara dingin, tetapi berkaitan dengan kerja sistem saraf dan respons tubuh terhadap berbagai rangsangan.

Secara ilmiah, kondisi ini disebut piloerection atau horripilation. Ketika tubuh mendapatkan rangsangan tertentu, sistem saraf simpatis dapat mengaktifkan otot kecil di sekitar folikel rambut yang disebut arrector pili. Otot tersebut berkontraksi dan membuat rambut di kulit berdiri, sehingga permukaan kulit terlihat berbintil atau “merinding”. Respons ini terjadi secara otomatis tanpa perlu diperintah secara sadar.

dr. Hananda Meutia menjelaskan, merinding dapat muncul ketika tubuh menghadapi suhu dingin maupun rangsangan emosional seperti rasa takut, terkejut, kagum, atau mendengar sesuatu yang sangat menyentuh. Pada hewan yang memiliki bulu lebih tebal, mekanisme ini membantu membuat bulu berdiri sehingga dapat membantu mempertahankan panas tubuh atau membuat tubuh terlihat lebih besar ketika menghadapi ancaman. Pada manusia modern yang memiliki rambut tubuh relatif tipis, fungsi tersebut sudah jauh lebih kecil.

Pengalaman merinding juga sering dirasakan anak muda dalam situasi yang tidak terduga. Seorang mahasiswi di Lhokseumawe Aida, mengaku paling sering mengalami merinding ketika menonton film dengan adegan menegangkan atau mendengar musik tertentu. “Kadang baru dengar bagian musiknya saja sudah merinding. Padahal tidak sedang kedinginan,” ujarnya. Hal tersebut sejalan dengan penjelasan ilmiah bahwa rangsangan emosional juga dapat memicu respons sistem saraf yang menyebabkan merinding.

Sementara itu, Mursyita, anak muda lainnya, mengatakan dirinya lebih sering merinding ketika berada di tempat yang dingin atau ketika tiba-tiba terkejut. “Kalau malam atau berada di tempat dingin, biasanya langsung terasa bulu kuduk berdiri. Tapi kalau tiba-tiba takut juga bisa begitu,” katanya. Menurut para ahli, respons tersebut merupakan bagian dari sistem saraf otonom yang bekerja secara cepat sebagai respons terhadap perubahan lingkungan maupun kondisi emosional.

Jadi, merinding merupakan reaksi normal tubuh dan tidak selalu berarti seseorang sedang kedinginan atau ketakutan. Suhu, emosi, musik, maupun rangsangan tertentu dapat memicu respons tersebut melalui sistem saraf. Fenomena sederhana ini menunjukkan bahwa tubuh manusia memiliki banyak mekanisme otomatis untuk merespons lingkungan, bahkan sebelum kita sempat menyadari apa yang sedang terjadi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....