Kombucha Kian Populer, Benarkah Baik untuk Kesehatan?
- 11 Jul 2026 12:16 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Kombucha semakin populer di berbagai kalangan sebagai minuman yang diklaim menyehatkan tubuh. Minuman ini merupakan teh yang difermentasi menggunakan koloni bakteri dan ragi yang dikenal sebagai Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast (SCOBY).
Selama proses fermentasi, gula yang ditambahkan ke dalam teh diubah menjadi berbagai senyawa organik, seperti asam asetat, vitamin B, enzim, serta sejumlah kecil probiotik. Rasanya yang sedikit asam dengan sensasi berkarbonasi alami menjadikan kombucha banyak diminati sebagai alternatif minuman ringan yang lebih sehat.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kombucha berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan, meskipun sebagian besar bukti ilmiahnya masih berasal dari penelitian laboratorium dan hewan. Tinjauan ilmiah yang dipublikasikan dalam Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety menyebutkan bahwa kombucha mengandung antioksidan dari teh yang dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Selain itu, proses fermentasi menghasilkan berbagai asam organik yang diduga berperan dalam menjaga keseimbangan mikroorganisme di saluran pencernaan. Menurut ahli gizi dari Academy of Nutrition and Dietetics, manfaat probiotik dalam kombucha dapat membantu menjaga kesehatan usus apabila dikonsumsi dalam jumlah wajar sebagai bagian dari pola makan sehat. Kesehatan usus yang baik diketahui berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh, metabolisme, hingga kesehatan mental.
Namun, para pakar juga mengingatkan bahwa kandungan probiotik pada setiap produk kombucha dapat berbeda-beda, bergantung pada proses fermentasi dan cara pembuatannya. Di balik manfaatnya, kombucha bukan tanpa risiko. Produk yang dibuat secara rumahan dengan proses sanitasi yang kurang baik berpotensi terkontaminasi bakteri atau jamur berbahaya.
Selain itu, sebagian produk masih mengandung gula dalam jumlah cukup tinggi sehingga perlu diperhatikan oleh penderita diabetes atau mereka yang sedang membatasi konsumsi gula. Kombucha juga mengandung sedikit alkohol sebagai hasil alami fermentasi, meskipun kadarnya umumnya sangat rendah.
Oleh karena itu, ibu hamil, ibu menyusui, serta individu dengan daya tahan tubuh rendah sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsinya.
Pada akhirnya, kombucha dapat menjadi pilihan minuman yang menyegarkan sekaligus berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan, terutama bila diproduksi secara higienis dan dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan.
Meski demikian, kombucha bukanlah minuman ajaib yang mampu menggantikan pola hidup sehat. Manfaat terbaik tetap diperoleh melalui kombinasi konsumsi makanan bergizi seimbang, aktivitas fisik yang cukup, tidur berkualitas, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....