Perjuangan Baru Merdekakan Anak dari Masalah Gizi
- 23 Agt 2026 13:45 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Delapan puluh satu tahun setelah Indonesia merdeka, perjuangan bangsa memasuki babak baru. Jika dahulu para pahlawan berjuang membebaskan Indonesia dari penjajahan, kini seluruh komponen bangsa menghadapi tantangan untuk memerdekakan anak-anak Indonesia dari stunting, kekurangan gizi, anemia, obesitas dan berbagai persoalan kesehatan. Sabtu, 22 Agustus 2026.
Penelaah Kebijakan pada Bapelkes Dinkes Aceh, Sri Mulyati Mukhtar, SKM., MKM., mengatakan perjuangan tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Generasi Emas 2045 tidak dibangun dalam satu malam. Ia dimulai dari anak-anak yang hari ini mendapatkan gizi yang cukup, seimbang dan berkualitas,” ujarnya.
Menurutnya, keluarga memiliki peran sangat besar karena menjadi lingkungan pertama dalam membentuk kebiasaan anak. Apa yang dikonsumsi anak, bagaimana pola asuh diterapkan, kebiasaan hidup bersih hingga perhatian terhadap kesehatan akan sangat menentukan kualitas generasi masa depan.
Upaya sederhana dapat dimulai dari keluarga dengan menyediakan makanan beragam dan bergizi, memastikan kecukupan protein, memantau pertumbuhan anak secara rutin di Posyandu, menjaga kebersihan dan sanitasi, serta memperhatikan kebutuhan gizi ibu dan anak.
Di sisi lain, tenaga kesehatan juga memiliki peran strategis dalam mendeteksi masalah gizi sedini mungkin. Tenaga gizi, dokter, bidan, perawat, kader Posyandu dan tenaga kesehatan lainnya perlu memberikan edukasi yang mudah dipahami masyarakat.
Sri Mulyati menegaskan pemerintah juga memiliki tanggung jawab besar melalui kebijakan yang mampu memastikan pangan bergizi tersedia, terjangkau dan dapat diakses seluruh keluarga. Pelayanan kesehatan serta edukasi gizi harus diperkuat agar pencegahan dilakukan sebelum masalah gizi terjadi.
“Pemerintah tidak cukup hanya mengobati anak yang sudah mengalami masalah gizi. Pemerintah harus membangun sistem yang mencegah masalah gizi sejak awal kehidupan,” tegasnya.
Ia menggambarkan pembangunan Generasi Emas sebagai sebuah rangkaian yang saling berkaitan, mulai dari kebijakan, ketersediaan dan keterjangkauan pangan, pengetahuan keluarga, pola asuh, pelayanan kesehatan hingga terpenuhinya gizi optimal.
Jika seluruh unsur tersebut berjalan baik, anak dapat tumbuh sehat dan cerdas, kemudian berkembang menjadi sumber daya manusia produktif yang mampu membawa Indonesia menuju negara maju.
“Karena Indonesia yang benar-benar merdeka adalah Indonesia yang anak-anaknya dapat tumbuh sehat, cerdas, kuat dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita,” katanya.
Menurut Sri Mulyati, wajah Indonesia pada 2045 sangat ditentukan oleh apa yang diberikan kepada anak-anak hari ini.
“Gizi optimal hari ini, Generasi Emas berkualitas di 2045,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....