Pakar Kesehatan Aceh Bagikan Delapan Tips Hadapi Cuaca Ekstrem
- 06 Agt 2026 05:08 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam beberapa waktu terakhir dinilai berpotensi meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. Masyarakat diimbau lebih waspada dengan menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari dehidrasi hingga serangan heatstroke.
Penelaah Kebijakan pada UPTD Balai Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan Aceh, Sri Mulyati Mukhtar, SKM., MKM, mengatakan peningkatan suhu udara membuat tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap normal melalui penguapan keringat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kehilangan cairan tubuh dalam jumlah besar jika tidak diimbangi dengan asupan air yang cukup.
Menurutnya, dampak cuaca panas tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman saat beraktivitas, tetapi juga dapat memicu dehidrasi, sakit kepala, kram otot, tekanan darah menurun, gangguan penglihatan, iritasi kulit, hingga pingsan. Dalam kondisi lebih berat, paparan panas berlebihan dapat menyebabkan heatstroke, yakni ketika suhu tubuh mencapai 40 derajat Celsius atau lebih dan berisiko mengancam nyawa.
Sri Mulyati menjelaskan, gejala heatstroke meliputi pusing, mual, denyut nadi cepat, kulit terasa sangat panas dan kering, hingga hilang kesadaran. Apabila menemukan kondisi tersebut, masyarakat diminta segera memindahkan korban ke tempat yang teduh, mendinginkan tubuh, memberikan air minum jika masih sadar, serta segera menghubungi petugas kesehatan.
Selain itu, cuaca ekstrem juga berpotensi meningkatkan risiko penyakit seperti infeksi saluran pernapasan, demam, batuk, pilek, diare, demam berdarah, malaria, tuberkulosis, hingga malnutrisi. Karena itu, daya tahan tubuh harus dijaga melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, terutama buah-buahan yang kaya kandungan air seperti semangka, jeruk, pepaya, dan pir.
Sri Mulyati membagikan delapan langkah sederhana untuk menjaga kesehatan selama cuaca panas. Di antaranya memperbanyak konsumsi air putih minimal dua hingga tiga liter per hari, menghindari minuman berkafein dan bersoda, membatasi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, rutin berolahraga pada pagi atau sore hari, tidur cukup selama tujuh hingga delapan jam, menghindari paparan sinar matahari langsung, mengelola stres, menggunakan masker saat kualitas udara memburuk, serta segera mendinginkan tubuh apabila mulai merasakan gejala kepanasan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar mengenakan pakaian berbahan ringan seperti katun, menggunakan topi atau payung saat berada di luar ruangan, serta mengurangi aktivitas di bawah terik matahari terutama pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB.
"Cuaca ekstrem bukan hanya soal rasa gerah, tetapi juga ancaman serius bagi kesehatan. Dengan menjaga hidrasi, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga, beristirahat cukup, dan melindungi diri dari paparan panas, masyarakat dapat tetap sehat meski suhu udara meningkat," ujar Sri Mulyati.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....