Olahraga Minimal 30 Menit Sehari Jaga Kesehatan Fisik dan Psikologis

  • 11 Jul 2026 14:17 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Lhokseumawe – Olahraga bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mutlak untuk menjaga kualitas hidup. Selain ampuh menjaga kebugaran dan meningkatkan daya tahan tubuh, aktivitas fisik yang rutin juga menjadi kunci utama dalam mengendalikan berat badan serta meminimalisasi berbagai risiko penyakit berbahaya.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Puskesmas Mon Geudong, dr. Amroellah. Menurutnya, manfaat positif dari berolahraga tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesehatan mental seseorang.

"Olahraga itu juga bagus untuk psikologi, mengurangi stres, jadi bukan hanya bermanfaat untuk fisik saja," ujar dr. Amroellah saat dikonfirmasi RRI, Sabtu 11 Juli 2026.

Ketika membahas mengenai pola aktivitas fisik yang menurun, dr. Amroellah mengingatkan masyarakat untuk tetap selektif dalam memilih jenis olahraga. Aktivitas yang baik haruslah aman dan disesuaikan dengan faktor usia serta kondisi tubuh masing-masing agar tidak memicu cedera.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal bagi tubuh, ia menyarankan durasi olahraga minimal dilakukan selama 30 menit dalam sehari.

"Yang paling bagus itu minimal 30 menit sehari. Kalaupun mau dijeda dalam seminggu, polanya lebih bagus selang sehari atau maksimal selang dua hari. Jika jedanya terlalu lama, dampak olahraga terhadap tubuh menjadi kurang maksimal," jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Amroellah memaparkan bahwa secara umum olahraga terbagi menjadi dua jenis yang sama-sama memiliki peran penting bagi tubuh:

Olahraga Kardio, Seperti aerobik, jalan kaki, dan lari yang berfungsi utama untuk memperkuat kesehatan jantung selain itu olahraga Beban, Berfungsi untuk meningkatkan masa otot tubuh.

Selain kedua jenis tersebut, olahraga permainan seperti bulu tangkis dan tenis juga sangat direkomendasikan. Jenis olahraga ini cenderung mengombinasikan fungsi kardio sekaligus efektif untuk menghindari stresor (pemicu stres).

Di akhir penyampaiannya, Kepala Puskesmas Mon Geudong ini mengimbau masyarakat yang memiliki riwayat atau faktor risiko kesehatan tertentu untuk tidak sungkan meminta panduan dari tenaga medis.

"Bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko penyakit, tentu harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak kesehatan mengenai jenis olahraga yang tepat. Namun, bagi yang tidak memiliki faktor risiko, silakan memilih olahraga yang dinilai paling tepat dan aman untuk dijalani sehari-hari," pungkas dr. Amroellah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....