Cuaca Panas Melanda Lhokseumawe, Begini Tips Aman bagi Ibu Hamil
- 31 Mei 2026 19:03 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Cuaca panas terik yang belakangan ini menyelimuti wilayah pesisir Lhokseumawe dan sekitarnya menuntut kewaspadaan ekstra dari masyarakat, khususnya bagi kalangan ibu hamil. Dilansir Kementerian Kesehatan RI, meskipun suhu panas ekstrem tidak selalu berdampak fatal secara otomatis, kondisi ini membuat ibu hamil jauh lebih rentan terhadap risiko kesehatan seperti dehidrasi dan kelelahan akibat panas (heat exhaustion).
Saat masa kehamilan, tubuh ibu bekerja lebih keras untuk mendukung pertumbuhan janin. Kondisi ini menyebabkan suhu tubuh basal ibu hamil berada pada titik yang sedikit lebih tinggi dari biasanya, sehingga tubuh menjadi lebih sulit untuk mendinginkan diri ketika terpapar suhu udara luar yang sangat terik.
| Baca juga: Tips Sehat Bugar Bagi Lansia |
Selain itu, ibu hamil memiliki risiko dehidrasi yang lebih cepat. Kebutuhan cairan yang meningkat drastis untuk memproduksi cairan ketuban dan mendukung peningkatan volume darah dapat terkuras dengan cepat melalui keringat. Kondisi dehidrasi pada kehamilan patut diwaspadai karena berpotensi memicu kontraksi rahim atau kram perut, hingga meningkatkan risiko persalinan prematur.
Perubahan hormon selama kehamilan juga menyebabkan pembuluh darah melebar. Ketika tubuh berusaha mendinginkan diri dari cuaca panas, aliran darah lebih banyak diarahkan ke permukaan kulit, yang berisiko mengurangi suplai darah ke otak untuk sementara waktu dan memicu keluhan pusing, berkunang-kunang, hingga pingsan.
Untuk menjaga kehamilan tetap aman dan nyaman di tengah cuaca terik Lhokseumawe, terdapat beberapa langkah antisipasi yang direkomendasikan:
- Tingkatkan Asupan Cairan: Ibu hamil diimbau untuk tidak menunggu haus sebelum minum. Konsumsi air putih minimal 2,5 hingga 3 liter per hari sangat disarankan. Air kelapa muda tanpa tambahan gula juga dinilai sangat baik untuk mengembalikan elektrolit tubuh yang hilang.
- Hindari Paparan Panas Puncak: Sebisa mungkin batasi aktivitas fisik di luar ruangan pada jam-jam dengan paparan sinar matahari paling terik, yakni antara pukul 10.00 hingga 15.00 WIB.
- Kenakan Pakaian yang Tepat: Pemilihan pakaian sangat berpengaruh. Gunakan pakaian longgar berbahan katun, linen, atau rayon yang mudah menyerap keringat. Hindari penggunaan pakaian berbahan sintetis yang dapat memerangkap panas tubuh.
- Rutin Mendinginkan Diri: Perbanyak waktu istirahat di dalam ruangan yang teduh, memiliki sirkulasi udara yang baik, atau berpendingin ruangan. Jika terasa sangat gerah, mengompres tengkuk dan pergelangan tangan dengan waslap basah dapat membantu menurunkan suhu tubuh dengan cepat.
Masyarakat, khususnya ibu hamil dan keluarganya, diimbau untuk segera menghentikan aktivitas dan mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat apabila muncul gejala-gejala gawat darurat. Gejala tersebut meliputi pusing berat, detak jantung berdebar sangat cepat, mual dan muntah yang berlebihan, kram perut persisten, atau tiba-tiba berhenti berkeringat yang bisa menjadi indikasi awal heatstroke.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....