Pola Makan Tak Terkontrol, Gangguan Pencernaan Meningkat Pasca Lebaran
- 01 Apr 2026 06:15 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Pola makan yang tidak terkontrol selama perayaan Lebaran menyebabkan meningkatnya gangguan kesehatan di tengah masyarakat. Kondisi ini banyak ditemukan pasca libur panjang Idulfitri, ketika masyarakat cenderung mengonsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan santan secara berlebihan.
Ahli Gizi dan Pemerhati Kesehatan di RSU Cut Meutia Aceh Utara, Sri Mulyati Mukhtar, mengungkapkan bahwa pola makan yang tidak seimbang menjadi faktor utama munculnya berbagai keluhan kesehatan. Hal tersebut disampaikannya dalam dialog bersama RRI pada Selasa, 31 Maret 2026.
Menurutnya, gangguan yang paling sering dialami masyarakat adalah masalah pencernaan, seperti maag, perut kembung, hingga diare. Kondisi ini terjadi akibat perubahan pola makan yang drastis dibandingkan hari-hari biasa.
Ia menjelaskan, selama Lebaran masyarakat cenderung mengonsumsi makanan dalam porsi besar tanpa memperhatikan kandungan gizi. Selain itu, frekuensi makan yang tidak teratur juga memperburuk kondisi sistem pencernaan.
Sri Mulyati juga menambahkan bahwa konsumsi makanan manis dan berlemak secara berlebihan dapat memicu peningkatan kadar gula darah dan kolesterol. Hal ini berisiko terutama bagi penderita penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar kembali menerapkan pola makan sehat pasca Lebaran dengan memperbanyak konsumsi sayur, buah, serta air putih. Selain itu, penting untuk mengatur porsi makan dan menghindari makanan berlemak secara berlebihan.
Ia juga menyarankan agar masyarakat mulai melakukan aktivitas fisik ringan untuk membantu memulihkan kondisi tubuh. Dengan pola hidup yang lebih sehat, diharapkan gangguan kesehatan pasca Lebaran dapat diminimalisir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....