Vitamin D: Kecil Bentuknya, Besar Manfaatnya untuk Anak
- 10 Feb 2026 11:33 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe : Vitamin D itu sering disebut “vitamin matahari”. Kenapa? Karena tubuh kita bisa bikin vitamin D sendiri kalau kena sinar matahari. Tapi kenyataannya, banyak anak yang masih kekurangan vitamin D, padahal perannya sangat penting buat tumbuh kembang.
Vitamin D punya beberapa tugas utama, di antaranya:
• Membantu penyerapan kalsium dan fosfor
• Menjaga tulang dan gigi anak supaya kuat
• Mendukung sistem kekebalan tubuh (daya tahan tubuh)
• Membantu pertumbuhan anak berjalan optimal
Kalau anak kekurangan vitamin D, risikonya bisa:
• Tulang jadi kurang kuat
• Pertumbuhan tinggi badan tidak maksimal
• Anak lebih gampang sakit
• Pada kondisi berat, bisa menyebabkan rakitis (kelainan tulang)
Makanya, IDAI, Kemenkes, dan WHO sama-sama menekankan pentingnya kecukupan vitamin D sejak bayi. Berdasarkan rekomendasi IDAI, Kemenkes RI, dan WHO:
• Bayi 0–12 bulan: 400 IU per hari
• Anak >1 tahun hingga remaja: 600 IU per hari
Ini berlaku baik untuk bayi ASI eksklusif, bayi susu formula, maupun anak yang sudah MPASI dan makan keluarga.
Catatan penting: ASI itu terbaik, tapi kandungan vitamin D-nya belum cukup untuk memenuhi kebutuhan harian bayi. Jadi bayi ASI tetap dianjurkan suplementasi vitamin D.
Vitamin D bisa didapat dari beberapa sumber:
1. Sinar Matahari
Sinar matahari pagi (sekitar jam 7–9 pagi) membantu tubuh memproduksi vitamin D.
Cukup 10–15 menit, beberapa kali seminggu, dengan wajah, tangan, atau kaki terkena sinar matahari langsung.
Tapi perlu diingat:
• Terlalu pagi atau terlalu sore produksinya kurang optimal
• Terlalu lama juga tidak dianjurkan karena risiko iritasi kulit
2. Makanan
Beberapa makanan mengandung vitamin D, seperti:
• Ikan berlemak (salmon, sarden, tuna)
• Kuning telur
• Hati
• Susu dan produk susu yang difortifikasi vitamin D
Sayangnya, dari makanan saja biasanya belum cukup untuk memenuhi kebutuhan harian anak.
3. Suplemen Vitamin D
Karena paparan matahari dan asupan makanan sering tidak optimal, IDAI dan Kemenkes menganjurkan suplementasi vitamin D, terutama untuk bayi dan anak.
Suplemen vitamin D aman dikonsumsi selama:
• Dosis sesuai anjuran
• Diberikan rutin
• Tidak melebihi dosis harian yang dianjurkan
Apakah Vitamin D Aman untuk Anak? Aman, selama sesuai dosis. Vitamin D justru dianjurkan sebagai pencegahan, bukan menunggu anak sakit dulu.
Yang perlu dihindari adalah:
• Memberikan dosis berlebihan tanpa anjuran tenaga kesehatan
• Menggabungkan beberapa suplemen tanpa menghitung total vitamin D-nya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....