Hidup Terasa Berat, Saatnya  Mencintai Diri Sendiri Melalui "Self Care"

  • 20 Jun 2026 11:00 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Lhokseumawe - Tidak semua luka terlihat oleh mata. Ada kalanya seseorang tetap tersenyum, bekerja seperti biasa, dan menjalani rutinitas tanpa keluhan, padahal di dalam dirinya sedang berlangsung pergulatan yang melelahkan.

Tekanan pekerjaan, masalah keluarga, kegagalan yang tidak terduga, kehilangan orang yang dicintai, atau sekadar keletihan akibat tuntutan hidup dapat membuat seseorang merasa hampa dan kehilangan arah.

Dalam kondisi seperti itu, banyak orang justru menuntut dirinya untuk terus kuat. Mereka merasa harus tetap produktif, tetap tersenyum, dan tetap mampu memenuhi harapan orang lain. Padahal, di tengah kelelahan tersebut, ada satu hal penting yang sering terlupakan, yaitu self care atau perawatan diri.

Self care bukanlah bentuk kemanjaan, apalagi sikap egois. Self care merupakan tindakan sadar untuk menjaga kesehatan fisik, mental, dan emosional agar seseorang tetap mampu menjalani kehidupannya dengan baik.

Bentuknya tidak selalu harus besar atau mahal. Terkadang, self care hadir dalam hal-hal sederhana seperti tidur yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, berjalan santai di pagi hari, menulis perasaan dalam jurnal, atau memberi diri sendiri waktu untuk beristirahat tanpa rasa bersalah.

Membatasi penggunaan media sosial selama beberapa jam juga termasuk self care. Terlalu banyak menerima informasi atau membandingkan diri dengan kehidupan orang lain sering kali memperburuk kondisi emosional.

Menikmati secangkir teh atau kopi sambil duduk tenang tanpa gangguan gawai dapat menjadi momen sederhana untuk kembali terhubung dengan diri sendiri.

Selain itu, melakukan hobi yang disukai, seperti membaca buku, berkebun, memasak, menggambar, merajut, atau mendengarkan musik, dapat membantu mengembalikan rasa senang dan mengurangi stres.

Dan satu hal lagi, mengucapkan kalimat positif kepada diri sendiri juga merupakan bentuk self care. Misalnya, "Aku sudah berusaha sebaik mungkin hari ini" atau "Tidak apa-apa jika aku belum mencapai semuanya sekarang."

Yang tidak kalah penting, memberi izin kepada diri sendiri untuk beristirahat tanpa rasa bersalah juga merupakan self care. Terkadang, produktivitas terbaik justru lahir setelah seseorang memberikan waktu bagi dirinya untuk pulih.

Pada dasarnya, self care bukan tentang melakukan hal-hal besar atau mahal. Self care adalah tindakan kecil yang dilakukan dengan kesadaran untuk mengatakan kepada diri sendiri, "Aku juga penting dan layak untuk dirawat."

Pentingnya self care semakin mendapat perhatian dalam berbagai penelitian ilmiah. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health menemukan bahwa praktik perawatan diri yang konsisten berkaitan dengan tingkat stres yang lebih rendah, kesehatan mental yang lebih baik, serta meningkatnya kesejahteraan psikologis.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh psikolog Dr. Kristin Neff, peneliti yang dikenal melalui konsep self-compassion atau welas asih terhadap diri sendiri. Menurut Neff, seseorang tidak perlu terus-menerus menghakimi dirinya ketika mengalami kegagalan atau kesulitan.

Sebaliknya, memperlakukan diri sendiri dengan kelembutan dan pengertian justru dapat membantu membangun ketahanan mental yang lebih kuat. Ketika seseorang mampu menerima dirinya sebagai manusia yang tidak sempurna, ia akan lebih mudah bangkit dari keterpurukan.

Bagi mereka yang sedang merasa down, penting untuk memahami bahwa beristirahat bukan berarti menyerah. Menangis bukan tanda kelemahan. Mengambil jeda sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan juga bukan sebuah kegagalan. Terkadang, yang dibutuhkan bukanlah dorongan untuk berlari lebih cepat, melainkan kesempatan untuk berhenti sejenak dan memulihkan tenaga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....