Ali’Quba Dorong Aceh Perkuat Pembinaan Generasi Qurani
- 22 Sep 2026 08:02 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara – Prestasi kafilah Aceh pada MTQ tingkat nasional menjadi angin segar bagi pembinaan generasi Qur’ani. Pemuda Pancasila Aceh Utara mendorong pemerintah memperkuat pembinaan sekaligus memperluas penjaringan qari dan qariah hingga pelosok gampong. Senin, 21 September 2026.
Ketua Pemuda Pancasila Aceh Utara, Ali’Quba, mengapresiasi capaian para qari dan qariah Aceh. Menurutnya, prestasi tersebut harus menjadi pemantik semangat anak-anak pesantren dan generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan.
“Ini prestasi yang cukup membanggakan, yang bisa membangkitkan gairah anak-anak pesantren, para qari-qariah di Provinsi Aceh,” ujar Ali’Quba.

Ia berharap pemerintah memberikan sambutan kepada para kafilah saat kembali ke Aceh sebagai bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi generasi berikutnya.
Namun, menurut Ali’Quba, prestasi tidak cukup diraih melalui persiapan menjelang MTQ. Pembinaan harus dilakukan secara serius, disiplin, dan berkelanjutan.
“Tanpa ada disiplin daripada mereka, percuma juga dukungan dari pemerintah. Tapi tanpa ada dukungan pemerintah, disiplin pun mereka tidak bisa berjalan apa-apa,” katanya.
Sebagai alumni pesantren Babussalam, Tanoh Mirah, dan Labuhan Haji, Ali’Quba menilai pembinaan khusus perlu disiapkan jika Aceh ingin mencetak qari dan qariah yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Bukan sekadar membina, tetapi menemukan bakat sejak dari akar.
Ali’Quba mendorong pemerintah membentuk tim khusus untuk menjaring qari dan qariah dari gampong, pesantren hingga tingkat kabupaten. Kepala desa dan ketua pemuda perlu dilibatkan agar anak-anak berbakat yang selama ini terkendala akses tidak terlewatkan.
“Di desa-desa ini cukup banyak para qari-qariah yang tidak mampu untuk menjangkau ke tingkat kabupaten,” ujarnya.
Ia menegaskan, potensi generasi Qur’ani Aceh sangat besar jika dicari dan dibina secara serius.
“Tidak mungkin tidak ada 5 juta penduduk untuk mencari 29 orang ini, mustahil tidak bisa kita cari ini,” tegasnya.
Menurut Ali’Quba, qari dan qariah merupakan aset Aceh yang harus dipersiapkan secara berkelanjutan. Dari gampong dan pesantren, bibit-bibit terbaik perlu dihimpun, dibina, dan diberi kesempatan hingga mampu mengharumkan nama Aceh di panggung nasional maupun internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....