Mahasiswi Politeknik Negeri Lhokseumawe Lolos Program Protokol Kepresidenan
- 08 Agt 2026 16:33 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Prestasi membanggakan ditorehkan Zalfa Nur Alya, mahasiswi Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Politeknik Negeri Lhokseumawe. Ia berhasil lolos dalam Program Protokol Perbantuan Kepresidenan Republik Indonesia Tahun 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi kesempatan bagi Zalfa untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam lingkungan kerja keprotokolan kenegaraan dan pemerintahan, sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi, pelayanan publik, kedisiplinan, serta profesionalisme.
Ketertarikan Zalfa terhadap dunia keprotokolan berawal dari keinginannya untuk mengasah kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan berbagai kalangan. Berbekal pengalaman organisasi, kepemudaan, serta kegiatan kerelawanan yang selama ini dijalaninya, ia kemudian memberanikan diri mengikuti proses seleksi program tersebut.
Seleksi Program Protokol Perbantuan Kepresidenan RI dilakukan melalui sejumlah tahapan. Peserta tidak hanya dituntut memenuhi persyaratan administrasi, tetapi juga harus memiliki kepribadian yang baik, kemampuan komunikasi, etika, kedisiplinan, serta kesiapan dalam menjalankan tugas-tugas keprotokolan.
Zalfa berhasil melewati seluruh tahapan seleksi hingga akhirnya dinyatakan lulus dan ditempatkan dalam Program Protokol Perbantuan Kepresidenan RI.
Menurut Zalfa, pengalaman mengikuti program tersebut memberikan banyak pelajaran baru. Ia belajar mengenai pentingnya ketelitian, kerja sama tim, manajemen waktu, tanggung jawab, serta sikap profesional dalam melaksanakan setiap tugas.
“Pengalaman ini menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi saya untuk belajar dan mengembangkan diri. Banyak hal baru yang saya dapatkan, terutama tentang kedisiplinan, kerja sama, ketelitian dan profesionalisme,” ujar Zalfa.
Selain aktif sebagai mahasiswa, Zalfa juga memiliki sejumlah pengalaman organisasi dan prestasi. Ia merupakan pengurus Divisi Pendidikan Yayasan Cendikia Foundation, mengikuti pelatihan anggar di Kota Lhokseumawe, serta aktif dalam berbagai kegiatan kerelawanan dan kepemudaan.
Di bidang olahraga, Zalfa berhasil meraih Medali Perak Anggar Prapora 2025. Ia juga aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Zalfa Nur Alya lahir di Lhokseumawe pada 26 November 2005. Ia merupakan anak keempat dari lima bersaudara, pasangan Hamrul dan Nelly Susanti.
Bagi Zalfa, keberhasilan lolos Program Protokol Perbantuan Kepresidenan RI bukan sekadar pencapaian pribadi. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk terus meningkatkan kompetensi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
Ia juga berharap keberhasilannya dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk berani mengambil berbagai peluang pengembangan diri.
“Jangan takut untuk mencoba. Setiap kesempatan bisa menjadi pengalaman dan pembelajaran baru yang akan membantu kita berkembang,” tuturnya.
Keikutsertaan Zalfa dalam Program Protokol Perbantuan Kepresidenan RI sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan memiliki peluang untuk berkontribusi dalam kegiatan kenegaraan, selama memiliki kemauan belajar, disiplin, dan kesiapan untuk terus mengembangkan diri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....